BIP band digawangi Bongky Marcel, Indra Qadarsih, Ipang Lazuardi, dan Pay Burman ini membuat gebrakan di akhir tahun ini 2025 bener-bener jadi momentum bersejarah sekaligus ujian yang lumayan berat buat negara kita yang udah genap berusia 80 Tahun atau tepat 10 Windu. Sepanjang tahun ini, Indonesia terus-terusan diterjang berbagai cobaan yang cukup menguras energi dan emosi kita semua, mulai dari tensi politik yang sempet memanas banget sampai rentetan bencana alam yang memprihatinkan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat..
Di tengah situasi yang lagi penuh tantangan dan bikin hati sedih kayak sekarang, ternyata ada sebuah pesan persatuan yang coba disuarain dengan cara yang indah lewat nada dan harmoni. Menyongsong pergantian tahun baru menuju 2026 nanti, band BIP resmi ngerilis aransemen ulang lagu nasional legendaris karya L. Manik yang judulnya “Satu Nusa Satu Bangsa” biar semangat kebersamaan kita nggak luntur
Karya ini hadir bukan cuma sekadar sebagai rilisan musik biasa buat nambahin playlist harian kamu, tapi ada misi moral yang dalem banget buat membasuh luka bangsa. Selain itu, lagu ini juga diproyeksiin buat merekatkan kembali keretakan sosial yang sempet terjadi gara-gara polarisasi informasi yang luar biasa kenceng di media sosial belakangan ini biar kita nggak gampang kemakan hoaks yang nggak jelas..
Perlu kamu tahu kalau lagu keren ini ternyata adalah bagian dari proyek prestisius yang dikasih judul Album Kebangsaan 10 Windu Indonesia. Proyek besar ini digawangi oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung selaku Founder Sinergy for Indonesia yang bertindak jadi Eksekutif Produser, bareng musisi senior Pay Burman sebagai Head Producer buat urusan aransemen musiknya.
BIP band digawangi Bongky Marcel, Indra Qadarsih, Ipang Lazuardi, dan Pay Burman ini membuat gebrakan di akhir tahun ini 2025 bener-bener jadi momentum bersejarah sekaligus ujian yang lumayan berat buat negara kita yang udah genap berusia 80 Tahun atau tepat 10 Windu. Sepanjang tahun ini, Indonesia terus-terusan diterjang berbagai cobaan yang cukup menguras energi dan emosi kita semua, mulai dari tensi politik yang sempet memanas banget sampai rentetan bencana alam yang memprihatinkan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat..
Di tengah situasi yang lagi penuh tantangan dan bikin hati sedih kayak sekarang, ternyata ada sebuah pesan persatuan yang coba disuarain dengan cara yang indah lewat nada dan harmoni. Menyongsong pergantian tahun baru menuju 2026 nanti, band BIP resmi ngerilis aransemen ulang lagu nasional legendaris karya L. Manik yang judulnya “Satu Nusa Satu Bangsa” biar semangat kebersamaan kita nggak luntur
Karya ini hadir bukan cuma sekadar sebagai rilisan musik biasa buat nambahin playlist harian kamu, tapi ada misi moral yang dalem banget buat membasuh luka bangsa. Selain itu, lagu ini juga diproyeksiin buat merekatkan kembali keretakan sosial yang sempet terjadi gara-gara polarisasi informasi yang luar biasa kenceng di media sosial belakangan ini biar kita nggak gampang kemakan hoaks yang nggak jelas..
Perlu kamu tahu kalau lagu keren ini ternyata adalah bagian dari proyek prestisius yang dikasih judul Album Kebangsaan 10 Windu Indonesia. Proyek besar ini digawangi oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung selaku Founder Sinergy for Indonesia yang bertindak jadi Eksekutif Produser, bareng musisi senior Pay Burman sebagai Head Producer buat urusan aransemen musiknya.
Terkait rilisnya lagu ini, pemilihan waktu ternyata punya alasan yang sangat filosofis dan penuh dengan pertimbangan matang demi kebaikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pihak manajemen BIP ngerasa momen di penghujung tahun adalah waktu yang paling pas buat kita semua berhenti sejenak dan mulai mikirin apa aja yang udah kita laluin sebagai bangsa..
Momen akhir tahun ini dipilih sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan duka di masa lalu dan bangkit dalam lembaran baru. Sudah saatnya kita semua kembali bersatu membenahi setiap duka dan melangkah maju.
Dengan harmoni yang baru ini, spirit Satu Nusa Satu Bangsa diharapkan bisa benerbener nyampe ke hati para pendengar dan bikin kita semua makin solid lagi ke depannya. Rilisan spesial ini resmi diperkenalkan sebagai bentuk kepedulian nyata para musisi terhadap kondisi persatuan dan kesatuan tanah air
asan yang sangat filosofis dan penuh dengan pertimbangan matang demi kebaikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pihak manajemen BIP ngerasa momen di penghujung tahun adalah waktu yang paling pas buat kita semua berhenti sejenak dan mulai mikirin apa aja yang udah kita laluin sebagai bangsa..
Momen akhir tahun ini dipilih sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan duka di masa lalu dan bangkit dalam lembaran baru. Sudah saatnya kita semua kembali bersatu membenahi setiap duka dan melangkah maju.
Dengan harmoni yang baru ini, spirit Satu Nusa Satu Bangsa diharapkan bisa benerbener nyampe ke hati para pendengar dan bikin kita semua makin solid lagi ke depannya. Rilisan spesial ini resmi diperkenalkan sebagai bentuk kepedulian nyata para musisi terhadap kondisi persatuan dan kesatuan tanah air









