Bodos, Penjual Kacang Rebus Dari Pagi Sampai Pagi

0
84
bhasafm
Penjual kacang rebus asal Banyuwangi sedang menjajakan dagangannya di depan Kantor DPRD Situbondo ( foto : Zaini Zain )

Situbondo-Anda mungkin pernah mendengar lagu yang pernah hits grup musik Armada, ku rela pergi pagi pulang pagi, hanya untuk mengais rezeki. Lagu berjudul pergi pagi pulang pagi itu  sepertinya menimpa seorang pria bernama Bodos.

Pria berusia 62 tahun itu merupakan penjual kacang rebus keliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Bodos bukan warga Situbondo, melainkan warga Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Bodos berjualan kacang rebus keliling dari pagi hingga pagi. Biasanya, ia berangkat dari rumahnya sehabis sholat Subuh dan sampai di Situbondo sekitar pukul 9 pagi. Setelah dagangannya habis ia kembali pulang ke Banyuwangi naik Bus dan baru sampai rumah sekitar pukul 3 atau pukul 4 pagi.

“Rumah saya di Banyuwangi selatan jauh sekali. Kalau saya pulang  biasanya ikut bus jurusan Muncar,” katanya saat ditemui sedang beristirahat di bawah pohon depan Kantor DPRD Situbondo, Rabu, 3 Februari 2021.

Menurut Bodos, di masa pandemi seperti sekarang sangat sulit mencari uang. Berjualan kacang keliling juga sangat susah, karena pemerintah melarang warga berkerumun.Sebelum pandemi, biasanya dagangan Bodos sudah habis sekitar pukul 3 sore, namun sekarang sampai baru habis hingga malam hari.

“Kalau tidak laku di kota Situbondo, saya biasanya jalan kaki berjualan ke  arah timur. Sampai Desa Sumberwaru baru saya nunggu bus. Alhamdulillah saya masih sehat,” ujarnya sambil meneguk segelas kopi.

Bodos mengatakan dirinya berjualan kacang rebus sejak masih anak-anak. Saat ia pertama kali berjualan, harga kacang masih satu rupiah untuk satu ikat kacang rebus. Sekarang satu ikat kacang sudah dijualnya 2500 rupiah.

Bodos ternyata tidak punya tanaman kacang sendiri, melainkan membelinya dari petani. Dengan modal 200 ribu, ia bisa meraup keuntungan 100 persen atau sebesar 200 ribu.

“Kalau dagangan saya laku semua hasilnya bisa 200 ribu,” ujar pria beranak satu itu.

Reporter : Zaini Zain