Situbondo, bhasafm.co.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat jumlah rumah warga terdampak banjir bandang bertambah menjadi 7.435 unit. Data terbaru ini menunjukkan peningkatan dari laporan sebelumnya yang tercatat sebanyak 6.328 rumah di enam kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menjelaskan bahwa penambahan data terjadi setelah tim Pusdalops dan TRC melakukan asesmen langsung di lapangan. Hasil pendataan ulang pada Minggu (25/1/2026) mengonfirmasi meluasnya dampak kerusakan di sejumlah lokasi.
Kecamatan Besuki menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 5.414 rumah yang terendam luapan air sungai. Sementara itu, di Kecamatan Banyuglugur tercatat 1.271 rumah terdampak akibat luapan Sungai Lubawang, dengan konsentrasi terbesar di Desa Kalianget.
Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Kecamatan Mlandingan dengan 402 rumah, Kendit 227 rumah, dan Bungatan sebanyak 113 rumah. BPBD juga melaporkan adanya delapan rumah warga yang terdampak di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng.
Pihak BPBD menyatakan akan terus memperbarui data mengenai kerusakan fasilitas umum, lembaga pendidikan, hingga lahan pertanian. Pemantauan juga difokuskan pada kondisi infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir bandang tersebut.









