Home / Peristiwa / BPBD, Tagana, TNI/Polri dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Banjir

BPBD, Tagana, TNI/Polri dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Banjir

Situbondo, bhasafm.co.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Situbondo, bersama TNI/Polri dan Tagana serta organisasi lainnya juga masyarakat setempat, gotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan.

Alat berat diturunkan untuk membersihkan tebalnya lumpur yang bercampur kerikil dan sampah, yang menutup akses jalan desa, yang merupakan akses utama warga Desa Campoan.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono mengatakan, bersih-bersih sejumlah lokasi terdampak banjir dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Campoan, yang mengharuskan menggunakan alat berat.

Berkat kekompakan semua pihak untuk membersihkan material longsor, jalan Desa Campoan kini sudah bisa kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan, TNI/Polri bersama dengan masyarakat juga memasang bronjong di jembatan Dusun Dauh, serta membersihkan kayu dan material sisa banjir, karena cuaca ekstrem masih diprediksi akan terus terjadi.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan mengatakan, pemasangan bronjong atau anyaman kawat berisi batu ini untuk memperkuat tanggul sungai dan tebing di sekitar pemukiman agar tidak kembali longsor.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, terlebih masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor dan rawan banjir.

Masyarakat juga diingatkan tentang menjaga kebersihan lingkungan, yaitu dengan membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, agar air mengalir pada tempatnya karena tidak tersumbat sampah.

Diinformasikan sebelumnya, Situbondo dilanda bencana hidrometeorologi yakni longsor dan banjir bandang pada tanggal 3-5 Februari 2025.

Catatan BPBD, ada ribuan rumah terdampak banjir bandang, ratusan hektare tanaman padi rusak, puluhan ekor sapi mati dan beberapa jembatan putus.

Pemkab Situbondo telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi pada tanggal 5 Februari 2025, untuk menangani bencana alam yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses