Situbondo, bhasafm.co.id- Pemerintah Kabupaten Situbondo menerima kunjungan PT PLN (Persero) untuk membahas langkah antisipasi gangguan kelistrikan menjelang musim kemarau panjang, Senin malam (20/4/2026). Fokus utama pertemuan ini adalah penanganan aktivitas pemburu layangan putus yang menggunakan benang berbahan kawat di sekitar jalur transmisi.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio, menegaskan bahwa penggunaan kawat sangat berbahaya karena dapat memicu gangguan sistem kelistrikan skala luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga lokal, namun berpotensi memadamkan pasokan listrik hingga ke wilayah Banyuwangi dan Bali.
Selain masalah layangan, Mas Rio juga memperingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran akibat pembakaran sampah dan puntung rokok. Pemkab berencana melakukan pemetaan wilayah rawan serta memperkuat pengawasan melalui koordinasi dengan para camat dan kepala desa.
Mas Rio mengklarifikasi bahwa yang dilarang adalah penggunaan kawatnya, bukan permainan layangannya, sesuai dengan aturan daerah yang berlaku. Operasi rutin dan sosialisasi masif akan digelar untuk mengedukasi warga mengenai risiko fatal dari penggunaan material penghantar listrik tersebut.
Manager PLN UPT Probolinggo, Budi Santoso, mengapresiasi respon cepat dan komitmen Pemkab Situbondo dalam menjaga keandalan energi. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir gangguan teknis di lapangan demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.









