Bupati Situbondo Minta Petugas Ikut Mendata Balita Stunting dan RTLH

0
127
bhasafm
PENDATAAN-Bupati Situbondo Karna Suswandi bersama istri Juma'ati, saat dilakukan pendataan di rumah dinas, Kamis, 1 April 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Wakil Bupati Hj. Khoirani, menjadi orang pertama dilakukan pendataan keluarga, Kamis kemarin. Pendataan dilakukan menggunakan smartphone berlangsung sekitar 30 menit.

Bupati melepas langsung 1.665 petugas pendata di pendopo Kabupaten. Ia berpesan agar pendataan dilakukan secara akurat dari rumah ke rumah, mengingat kesalahan pengambilan kebijakan oleh pemerintah, diawali karena kesalahan saat melakukan pendataan.

“Pendataan ini dilakukan secara nasional. Kebijakan perencanaan nasional yang akan diambil pemerintah akan sangat bergantung hasil pendataan keluarga yang saat ini sedang dilakukan,” terangnya.

Menurut Bung Karna,  dirinya akan terus memantau pendataan keluarga di lapangan. Karna itu meminta, agar para petugas juga ikut mendata balita stunting serta RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni.

BACA JUGA :  Kunjungan Wapres KH. Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Sukorejo Terapkan Prokes Ketat

“Nanti saya juga akan turun dan akan saya tanyakan ke masyarakat apa benar sudah didatangi petugas untuk dilakukan pendataan keluarga,” terangnya.

Bung Karna menambahkan, masalah balita stunting menjadi atensi Presiden Joko Widodo.  Dalam kurun waktu 3 tahun kedepan pemerintah menargetkan penurunan angka balita stunting sebesar 14 persen.

“Kalau hasil pendataan ini benar-benar valid,  saya yakin masalah kemiskinan, stunting dan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) akan dengan cepat teratasi,” jelasnya.

Reporter: Zaini Zain