Bupati Situbondo Turun Langsung Salurkan Bantuan Pupuk Urea Gratis

0
45
bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat menyalurkan bantuan pupuk urea gratis kepada petani (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bupati Situbondo Karna Suswandi, turun sendiri menyalurkan bantuan pupuk urea gratis kepada petani. Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna itu ingin memastikan bahwa bantuan pupuk diterima petani sesuai yang terdata.

Bantuan pupuk gratis ini diperuntukan bagi petani pemilik lahan 0,2 hektar atau 200 desiare. Penyaluran pupuk gratis ini untuk membantu petani di tengah meroketnya harga pupuk urea di musim tanam.

Menurut Bung Karna, Pemkab Situbondo mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 13 miliar lebih untuk membeli 1.228 ton pupuk urea. Pupuk tersebut akan dibagikan kepada 24.563 petani yang sudah terdaftar melalui e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik).

“Hari ini saya menyalurkan bantuan pupuk ini untuk petani di lima desa Kecamatan Banyuglugur. Saya bersama Kepala Dinas Pertanian turun langsung untuk memastikan bantuan diterima yang berhak sesuai data,” katanya, Rabu, 1 Desember 2021.

Semula, alokasi anggaran diprediksi bisa menjangkau 36 ribu petani dengan sasaran pemilik luas lahan 0,4 hektar. Namun karena harga pupuk non susbsidi di pasaran melonjak naik, maka Pemkab hanya bisa membeli 1.228 ton untuk petani pemilik lahan seluas 0,2 heketar.

BACA JUGA :  Hati-Hati, Rawan Pohon Tumbang Di Musim Penghujan

Menurut Bung Karna, bantuan pupuk urea gratis itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani, karena dengan bantuan tersebut biaya produksi petani sudah berkurang.  Tahun depan Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp.16 miliar melalui APBD 2022 untuk melanjutkan bantuan pupuk gratis .

“Saya berharap pembagian pupuk gratis ini bisa meringankan beban para petani khususnya di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir. Sekaligus dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Bung Karna menjelaskan bahwa bantuan pupuk gratis ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap petani kecil yang hanya memiliki luas lahan 0,2 hektar. Oleh karena itu, ia mengancam akan mempolisikan pihak-pihak yang menyelewengkan bantuan pupuk tersebut.

“Kalau sampai ada oknum kelompok tani menjual pupuk ini dan ketahuan pasti kita laporkan. Jangan macam-macam dengan bantuan ini karena masyarakat kecil sangat membutuhkannya,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain