Ceramah Hikmah Pengasuh Pada Peserta Tamhidiyah 2020

0
100
Bhasafm
KHR. Ach. Azaim Ibrahimy sedang memberikan materi terakhir bagi peserta tamhidiyah calon alumni (foto: Tim Salaf)

Situbondo- Materi terakhir bagi para peserta tamhidiyah tahun 2020 disampaikan langsung oleh pengasuh ponpes Sukorejo, Kyai Haji Raden Achmad Azaim Ibrahimy. Pengasuh menyampaikan materi secara virtual. Peserta tamhidiyah dibagi menjadi tiga tempat, pertama, mahasiswa luaran putri bertempat di Musholla perumahan timur. Kedua,  mahasiswi santri serta mahasiswi umana’ putri bertempatkan di Musholla putri. Ketiga, mahasiswa putra bertempatkan di Pendopo pengasuh.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 24 Desember 2020, mulai pukul 08.30 sampai selesai. Semua peserta tamhidiyah calon alumni baik putera maupun puteri wajib mengikuti kegiatan ini.

Ada sembilan nasehat yang disampaikan oleh pengasuh. Satu, do’a awal majelis adalah isyarat melanjutkan perjalanan asbabul wirid ini ketika nabi muhammad ingin pergi ke suatu tempat. Dua, guru masyayikh keluarga besar ponpes sukorejo tidak mengkhawatirkan jarak jauh tempat kita berada melainkan khawatir kita jauh dari wirid, serta hal hal yang wajib malah kita tinggalkan, Tiga, alumni yang lama tidak ke pesantren jangan tinggalkan baca ratib al haddad, dan munfarijiyah istighotsah, karena itu semua adalah sukmanya, dan rohnya sukorejo.

BACA JUGA :  Partai Pengusung Pemerintah Desak Pemkab Bangun Mall Pelayanan Publik

Empat, alumni yang pulang bermasyarakat, santri akan terlihat manfaat, dan barokahnya dari pesantren, jika santri sabar selama di pesantren, maka buahnya tak terhitung dari masyakarat, dan tak terhitung harumnya. Lima, alumni harus menebarkan ajaran guru, teruskan ajaran tauhid aqoid yang lima puluh. Enam, alumni yang sempat tersesat di jalan kembalilah pulang ke tanah sukorejo, bersihkan, dan sucikan fikiran jika terjebak dalam lumpur kesesatan. Tujuh, alumni harus mendo’akan guru kalian, kirimkan tawassul kepada guru guru kita. Delapan, alumni harus menjadi orang yang pandai merawat segala luka. Sembilan, alumni harus menjaga sambungan silaturahim ke ponpes sukorejo, minimal hubungan rohani sampai kapanpun.