Penulis : Vanesa Linares
Situbondo, bhasafm.co.id- Memelihara hewan adalah aktivitas yang sangat umum dilakukan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, ikan, burung, kelinci, hingga reptil sering dianggap sebagai teman di rumah, bahkan menjadi bagian dari keluarga. Selain memberi hiburan, keberadaan hewan peliharaan juga mampu memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan kesehatan pemiliknya.
Dan tahukah kalian?, memiliki hewan peliharaan itu bisa menghilangkan stres loh, dan ini bukan hanya perasaan semata, tetapi juga didukung oleh penjelasan ilmiah tentang bagaimana tubuh dan otak bereaksi saat manusia berinteraksi dengan hewan. Kok bisa?karena saat kita mengelus kucing atau bermain dengan anjing, tubuh melepaskan hormon:
Oksitosin memberi rasa nyaman dan aman (hormon bonding)
Dopamin & serotonin bisa memperbaiki mood
Kortisol menurun dan hormon stres berkurang
Akibatnya detak jantung lebih stabil, napas lebih tenang, dan pikiran terasa lebih ringan. Dan, hewan itu tidak menghakimi, tidak menilai, dan selalu responsif terhadap perhatian kita. Bagi orang yang kesepian atau cemas, kehadiran hewan menciptakan rasa: Ditemani, dibutuhkan, tidak sendiri. Dan, Sentuhan lembut seperti membelai bulu hewan menurunkan ketegangan otot dan tekanan darah, mirip efek terapi relaksasi.
Tapi, memelihara hewan bukan hanya soal bermain dan menggemaskan saja. Ada tanggung jawab besar yang harus dipenuhi. Hewan membutuhkan makanan, kebersihan, perhatian, serta perawatan kesehatan yang konsisten. Karena itu, penting untuk memahami dampak positif maupun negatif sebelum memutuskan memelihara hewan.
Dampak Positif Memelihara Hewan
- Mengurangi Stres dan Kesepian
Hewan peliharaan dapat menjadi teman yang setia. Interaksi sederhana seperti mengelus kucing atau mengajak anjing berjalan dapat meningkatkan hormon kebahagiaan (dopamin dan oksitosin) dan menurunkan stres. Banyak orang merasa lebih tenang setelah bermain dengan hewan peliharaan.
- Melatih Empati dan Tanggung Jawab
Memelihara hewan mengajarkan kepedulian terhadap makhluk hidup lain. Anak-anak yang terbiasa memberi makan, membersihkan kandang, dan merawat hewan cenderung tumbuh lebih bertanggung jawab dan peka terhadap lingkungan.
- Menjaga Kesehatan Fisik
Beberapa hewan, terutama anjing, mendorong pemiliknya untuk aktif bergerak seperti berjalan pagi atau sore. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi risiko obesitas.
- Meningkatkan Interaksi Sosial
Pemilik hewan sering lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, misalnya saat membawa hewan berjalan atau bergabung dalam komunitas pecinta hewan. Hewan bisa menjadi pembuka percakapan yang efektif.
- Memberikan Dukungan Emosional
Hewan peliharaan sering membantu orang yang mengalami kecemasan, depresi, atau kesepian. Kehadirannya memberi rasa ditemani dan diterima tanpa menghakimi.
Dampak Negatif Memelihara Hewan
- Biaya Perawatan yang Tidak Sedikit
Memelihara hewan memerlukan pengeluaran rutin: makanan, vaksin, vitamin, grooming, kandang, hingga biaya dokter hewan saat sakit. Jika tidak dipersiapkan, ini bisa menjadi beban finansial.
- Risiko Penyakit (Zoonosis)
Beberapa hewan dapat menularkan penyakit ke manusia, seperti jamur kulit, kutu, rabies, atau parasit tertentu jika kebersihan tidak dijaga. Oleh karena itu, vaksinasi dan kebersihan sangat penting.
- Komitmen Waktu dan Tenaga
Hewan membutuhkan perhatian setiap hari. Pemilik tidak bisa meninggalkan hewan terlalu lama tanpa pengawasan. Ini dapat membatasi aktivitas bepergian atau liburan.
- Kerusakan Lingkungan Rumah
Hewan tertentu bisa merusak furnitur, menggigit barang, menjatuhkan benda, atau meninggalkan bau jika tidak dilatih dan dirawat dengan baik.
- Dampak Emosional Saat Kehilangan
Ikatan emosional yang kuat membuat pemilik bisa merasa sangat sedih ketika hewan sakit atau mati. Bagi sebagian orang, hal ini dapat memengaruhi kondisi mental cukup dalam.









