Dampak Wabah PMK Harga Jual Sapi di Situbondo Turun 5 Persen

0
111
bhasafm
Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf saat berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Situbondo memantau adanya penurunan harga jual hewan ternak sapi selama dua pekan terakhir ini. Penurunan harga jual hewan ternak sapi tersebut salah satunya disebabkan karena merebaknya penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak sapi dinilai sangat berbahaya karena penularannya sangat cepat. Saat ini Pemkab Situbondo telah membentuk Satgas khusus untuk mencegah penyakit mulut dan kuku masuk Situbondo.

Menurut Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Situbondo, Muhammad Abdur Rahman, berdasarkan pantauan di tiga pasar hewan ternak sapi di Situbondo terjadi penurunan jual beli sapi ingga 5 persen sejak dua pekan terakir ini.

BACA JUGA :  Pemkab Anggarkan Rp 180 Juta Untuk Bantuan Alat Jemur Tembakau

bhasafm

“Sejauh ini pantauan kami bahwa penyakit mulut dan kuku belum masuk Situbondo. Wabah penyakit ini berpengaruh terhadap harga jual sapi di pasaran,” terangnya.

Dijelaskan, sejak mewabahnya PMK pihaknya membatasi sapi asa luar kota masuk pasar Situbondo. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK.  Diakui, sehabis lebaran idul fitri memang selalu terjadi penurunan harga jual sapi, namun kisarannya antara 2 sampai 3 persen.

“Sebagai upaya mengantisipasi masuknya PMK, kami meminta peternak menjaga kebersihan kandangnya.  Kami juga mengimbau para peternak menghubungi call centre poskeswan, jika mendapati sapi peliharaannya  mengalami gejala mirip PMK,” tuturnya kepada wartawan.

Reporter: Zaini Zain