Desa Terkendala Pencairan ADD, APDESI Berharap Pendamping Desa Atensi Khusus Desa Mau Pilkades

0
57
bhasafm
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Situbondo, Juharto (baju merah) saat menghadiri salah satu acara OPD di Situbondo (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Situbondo mencatat baru ada 9 dari 17 Desa yang akan melangsukan Pilkades 6 Oktober mendatang, sudah selesai mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD). Sedangkan 8 desa lainnya masih belum selesai pengajuannya.

Padahal, Alokasi Dana Desa tersebut sangat diperlukan untuk biaya operasional tahapan Pilkades yang sudah dimulai sejak Juni lalu. Kabarnya, masih banyak desa belum mencairkan ADD maupun DD karena SPJ penggunaan anggaran sebelumnya belum selesai. Sebagian lagi berdalih kesulitan mengakses aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sehingga pencairan ADD belum bisa dilakukan.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI),  Juharto mengatakan bahwa sesuai keluhan yang diterima APDESI, penyebab belum bisa dicairkannya ADD karena sebagian besar pembuatan SPJ belum rampung. Kemukinan, hal itu sebagai bentuk kehati-hatian menyusun SPJ agar tak terjadi permasalahan di kemudian hari.

BACA JUGA :  Jadi Pelabuhan Bertaraf Nasional, Komisi III DPRD Situbondo Nilai Pelabuhan Jangkar Potensi PAD

“Kami dari APDESI selalu mendorong agar pemerintahan desa berjalan lancar. Kami juga siap memberikan pendampingan kalau ada kendala terkait pencairan maupun penggunaan ADD maupun DD,” ujarnya, Kamis, 11 Agustus 2022.

Juharto yang juga Kepala Desa Banyuputih berharap, agar para pendamping desa ikut mendorong bagi desa-desa yang masih terkendala pencairan ADD, terutama bagi Desa yang akan melangsungkan Pilkades.

“Kami dengan para pendamping desa sudah sepakat untuk bersama-sama memperbaiki pengelolaan ADD dan DD. Kami juga butuh masukan dari berbagai pihak termasuk dari teman-teman pers ini,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain