Diprotes Emak-Emak Wali Murid, Pihak SD Muhammadiyah 1 Panji Tarik Lagi Empat Guru Yang Dinonaktifkan

0
190
bhasafm
PROTES- Emak-emak wali murid SDN Muhammadiyah 1 Panji protes penonaktifan empat guru, Senin, 1 November 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- The Power Emak-Emak sepertinya bukan isapan jempol belaka. Sejumlah emak-emak ngeluruk SD Muhammadiyah 1 Panji memprotes penonaktifan empat guru. Sambil membentangkan poster mereka meminta pihak sekolah mengembalikan para guru tersebut agar kembali bisa mengajar.

Para emak-emak ini menilai penonaktifan empat guru tersebut dinilai kebijakan sepihak. Usai menuai protes emak-emak, pihak sekolah akhirnya akan menarik kembali empat guru itu ke sekolah.

Data yang diterima Bhasa menyebutkan. Empat guru SD Muhammadiyah 1 Panji dibebastugaskan sejak 1 November 2021, karena mereka mengikuti tes guru P3K.  Sejumlah wali murid menyayangkan kebijakan tersebut, Mengingat tes P3K masih berlangsung dan belum tentu keempat guru tersebut nantinya akan lulus.

Kabarnya, di dalam surat penonaktifan itu juga disebutkan, agar keempat guru itu mengundurkan diri kalau lulus P3K. Kalaupun tidak lulus status mereka tetap dibebastugaskan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Ini para guru statusnya kan digantung. Padahal mereka belum tentu juga lulus P3K. Selain itu, para guru itu sudah cukup lama mengabdi, bahkan salah seorang guru sudah 24 tahun mengajar,” terang salah seorang wali murid.

BACA JUGA :  Kecelakaan Lalulintas Ketua KONI Situbondo Meninggal Sepulang dari Masjid

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SD Muhammadiyah 1 Panji, Rahmad Irfan Fanani, mengatakan, bahwa dikeluarkannya keputusan membebas tugaskan keempat guru karena adanya  aturan lembaga. Lembaga tak ingin SD Muhammadiyah 1 Panji hanya dijadikan batu loncatan.

“Kejadian ini terjadi begitu saja karena aturan lembaga memang begitu. Alasan lainnya pihak sekolah tak ingin proses belajar mengajar terganggu karena keempat guru itu sedang ikut P3K. Saat ini guru di sekolah menggunakan dapodik, maka kalau mereka lulus P3K bisa mengganggu pencairan sertifikasi guru yang lain,” terangnya.

Rahmad Irfan Fanani juga menambahkan, saat ini pihak sekolah sudah memfasilitasi agar keempat guru tersebut  dikembalikan lagi ke sekolah. Surat untuk pengembalian guru ke sekolah sudah dalam proses tanda tangan.

“Alhamdulillah sudah sepakat keempat guru di kembalikan lagi ke sekolah. Kami tinggal mengkonfirmasi lagi guru yang bersangkutan, bersedia atau tidak kembali ke sekolah. Kalau nanti mereka lulus P3K, kami akan meminta BKPSDM dan Dinas Pendidikan untuk ditempatkan di SD Muhammadiyah 1 Panji,” pungkasnya

Reporter: Zaini Zain