Dorong Pemulihan Ekonomi, Pelaku IKM Minta Fasilitasi Outlet Pemasaran

0
40
bhasafm
Sumartin, seorang pelaku IKM jenis makanan kue asal Kecamatan Besuki masih tetap bertahan ditengah pandemi Covid-19 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pandemi Covid-19 menyebabkan pelaku Industri Kecil dan  Menengah (IKM) di Situbondo babak belur. Sebagian IKM tetap beroperasi meski omzet mereka turun sekitar 50 persen. Untuk mendorong pemulihan ekonomi, para pelaku IKM meminta pemerintah agar memfasilitasi outlet pemasaran.

Salah seorang pelaku IKM, Sumartin mengakui pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pelaku IKM.  Bahkan tak sedikit pelaku IKM tak bisa berproduksi lagi karena omzetnya turun drastis.

“Omzet saya turun sekitar 50 persen, tapi Alhamdulillah saya masih tetap berproduksi karena mengubah pola pemasaran melalui media sosial,” kata pelaku IKM jenis makanan kue asal Kecamatan Besuki.

Menurut Sumartin, agar pelaku IKM tetap bisa menjalankan usahanya, pemerintah perlu menyiapkan bantuan modal serta memfasilitasi outlet pemasaran. Pemerintah harus menyiapkan banyak outlet untuk menampung produk IKM.

BACA JUGA :  Pencuri di Rumah Mantan Kades Dibekuk Polisi

“Selama ini outlet untuk pemasaran IKM masih terbatas. Selain itu, pemerintah perlu melatih IKM mengemas produknya agar bisa bersaing di pasaran,” terangnya.

Sumartin mengisahkan saat dirinya berjuang agar tetap bertahan menjalakan bisnis makanan di tengah pandemi. Sumartin mengaku pernah masuk marketplace namun gagal dan tak banyak membantu mendongrak omzet usahanya. Sumartin memutuskan memasarkan produknya melalui media sosial, hingga dagangannya laku terjual hingga beberapa Kabupaten tetangga.

“Alhamdulillah saya sudah menjual produk makanan ke beberapa kabupaten tetangga dan ke salah satu outlet di  Surabaya. Saya memanfaatkan jejaring pertemanan serta media sosial seperti Facebook, Instagram, maupun WhatsApp Group,” katanya.

Reporter: Zaini Zain