Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Bung Karna Temui Mendes dan Menteri PPN

0
90
bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat bertemu Menteri Abdul Halim Iskandar di Jakarta, Senin, 22 Maret 2021 ( foto : Zaini Zain )

Situbondo-Bupati Situbondo, Karna Suswandi, ingin secepatnya melakukan pemerataan pembangunan melalui percepatan desa mandiri. Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna itu menemui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, serta Menteri  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Manoarfa.

Menurut Bung Karna, dirinya  ingin melakukan percepatan desa mandiri di Situbondo, untuk melakukan akselerasi pembangunan sampai pelosok desa. Saat ini baru tercatat ada 39 desa yang sudah masuk kategori desa mandiri dari 132 desa di Situbondo.

“Ada 12 desa kategori maju yang siap untuk didorong menjadi desa mandiri. Sesuai petunjuk Mendes, bahwa untuk mempercepat dan mendorong desa-desa menjadi mandiri, maka desa harus melaksanakan dan menjalankan dana desa (DD) dengan baik,” tuturnya.

Bung Karna mengatakan, sejak 2022 Pemkab menyiapkan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Bantuan keuangan khusus tersebut untuk mempercepat desa mandiri. Selain itu, juga disiapkan reward bagi desa inovatif.

BACA JUGA :  Ratusan Anak Muda Situbondo Ikut Digital Entrepreneurship Academy

“Kami juga menyiapkan reward bagi desa inovatif yaitu desa yang menggunakan Dana Desa dengan baik dalam rangka program pemberdayaan masyarakat di desanya,” ujarnya.

 Selain bertemu Mendes PDTT, Bung Karna juga bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Manoarfa. Selain meminta dukungan pengembangan wisata Merak-Baluran, Bung Karna juga meminta bantuan pembangunan infrastruktur pedesaan.

“Kami juga meminta bantuan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan penghubung antar desa. Saat ini masih banyak jalan poros desa yang harus dibangun,” ujarnya.

Menurut Bung Karna, dirinya juga meminta dukungan untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Situbondo yang masih berada di angka 6.1 serta peningkatan kategori rumah sakit milik pemerintah, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Situbondo,

“Tentu ini ikhtiar kita untuk mempercepat pembangunan di Situbondo. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan seiring dengan Ridho Allah,” katanya.

Reporter : Zaini Zain