DP3A Gelar Sosialisasi Bahaya Game Online dan Cegah kekerasan Bagi Perempuan dan Anak

0
35
bhasafm
DP3A Pemkab Situbondo melakukan sosialisasi pengaruh adiktif game online, Selasa, 7 Desember 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Situbondo, menggelar sosialisasi bahaya game online untuk melindungi anak dari pengaruh adiktif permainan game, mengingat diberbagai daerah banyak persoalan menimpa anak-anak karena kecandungan bermain game online.

Sosialisasi bahaya game online yang dilaksanakan di aula II Kantor Pemkab Situbondo, disiarkan secara langsung melalui platform media sosial. Kegiatan ini, juga melibatkan guru BK di sekolah, para siswa melalui forum anak serta tokoh masyarakat, ormas dan  lembaga swadaya masyarakat.

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pemkab Situbondo, Imam Hidayat, mengatakan, kedepan perlu ada perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan melindungi anak dari pengaruh game online.

Menurut Imam, perhatian ini harus dilakukan melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  seperti DP3A, Dinkes dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berkembangnya teknologi informasi seperti sekarang, menjadi masalah tersendiri bagi tumbuh kembangnya anak.

“Kami ingin ada tindak lanjut dari program sosialisasi ini. Semua instansi terkait dan lintas sektoral seperti kepolisian, Ormas dan LSM juga memiliki perhatian serupa untuk melindungi anak dari pengaruh game online,” kata Imam Hidayat, Selasa, 7 Desember 2021.

Menurut Imam, berbagai kasus disebabkan game online terjadi di berbagai daerah harus menjadi perhatian, mulai kekerasan seksual terhadap anak serta terjadinya kelainan mental. Langkah pencegahan ini harus dilakukan guna menyelamatkan generasi muda, mengingat anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi.

BACA JUGA :  Pembangunan Mushalla DPRD Situbondo Habiskan Anggaran Ratusan Juta

Imam mengatakan bahwa fenomena game online itu cukup meresahkan, karena harus melawan pengaruh internet yang kasat mata dan begitu bebas diakses kalangan pelajar. Bahkan di beberapa daerah ada anak putus sekolah karena game online.

“Pengaruhnya luar biasanya karena ada anak putus sekolah karena game online. Bagaimana tidak dikeluarkan dari sekolah kalau anaknya jarang masuk sekolah karena malamnya bermain game online. Kalau ini dibiarkan generasi kita akan hancur,” ujarnya dengan nada berapi-api.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Situbondo, Kalisya Sabita Rahman, menilai bahwa kegiatan sosialisasi bahaya game online harus terus digalakan dengan melibatkan langsung kelangan pelajar. Saat ini, memang banyak kasus-kasus menimpa anak karena pengaruh dunia maya.

“Sangat besar sekali memfaatnya. Program seperti ini harus terus dilakukan untuk mengedukasi anak-anak bermain di dunia maya,” ujar siswi SMAN 2 Situbondo itu.

Menurut Kalisya, pengaruh internet terutama permainan game online memang sangat besar. Sejauh ini, forum anak telah melakukan berbagai edukasi bagi kalangan pelajar melalui plat form media sosial.

“Karena masih pandemi kami hanya bisa melakukan sosialisasi melalui video di medsos. Nanti kami akan buatkan program sosialisasi langsung kalau kondisinya sudah normal,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain