Dua Pasien Demam Berdarah Meninggal, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

0
97
bhasafm
Plt Kadinkes Imam Hidayat ( foto : zaini zain )

Situbondo- Ditengah pandemi Corona, ancaman penyakit demam berdarah di musim penghujan juga perlu diwaspadai. Saat ini sudah tercatat dua orang pasien demam berdarah meninggal dunia.

Kasus kematian demam berdarah terbaru terjadi di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar. Dua pasien demam berdarah meninggal dalam rentan waktu tak terlalu lama, setelah sebelumnya pasien sempat menjalani perawatan medis.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Imam Hidayat mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Jangkar dan mendapat laporan adanya dua pasien demam berdarah meninggal dunia.

BACA JUGA :  Puluhan Knalpot Brong Hasil Operasi Balap Liar Dimusnahkan

“Kami sudah menerima laporan dan Dinkes meminta Puskesmas Jangkar untuk melakukan fogging atau pengasapan,” ujarnya.

Imam mengatakan,  fogging sebenarnya tidak terlalu efektif mencegah demam berdarah. Sebab, pengasapan hanya membunuh nyamuk, sedangkan jentik sebagai cikal-bakal nyamuk akan tetap hidup.

Imam mengimbau agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang-lubang atau tempat yang memungkinkan terjadinya genangan air. Karena digenangan air itulah tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Kami fokus masalah demam berdarah ini mengingat tahun 2020 lalu kasus demam berdarah di Situbondo mencapai 233 kasus,” jelasnya.