Situbondo Daurat Corona, Jumlah Pasien Positif Bertambah Jadi 8 Orang

0
Bhasafm
Update penyebaran virus corona di Situbondo 05 April 2020

Situbondo- Kabupaten Situbondo sudah berstatus tanggap darurat Virus Corona. Jumlah warga Situbondo terkonfirmasi positif virus Corona bertambah menjadi 8 orang.  Ada dua pendertita baru terkonfirmasi positif, masing-masing berasal dari Kecamatan Kapongan dan Banyuputih.

Zona merah penyebaran virus Corona di Situbondo tersebar di lima Kecamatan, yaitu Kecamatan Bungatan sebanyak tiga orang pasien. Kecamatan Banyuputih dua orang pasien, Kecamatan Kapongan, Panarukan, Besuki, masing-masing ditemukan satu orang pasien positif corona.

Sesuai data yang di upload Pemkab Situbondo,  dari delapan pasien ada tiga pasien sudah isolasi mandiri. Yang bersangkutan sebenarnya sudah pulang dari rumah sakit karena dinyatakan sembuh, namun tetap dalam pemantauan melalui isolasi mandiri selama 14 hari.

Bhasafm
Bersama melawan Corona (foto: Zaini Zain)

Tak hanya pasien positif Corona meningkat, Pasien Dengan Pengawasan juga meningkat. Dari sebelumnya lima orang meningkat jadi 11 orang. Rinciannya, rawat inap sembilan orang, satu orang isolasi mandiri, serta satu orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan jumlah Orang Dengan Pemantauan berjumlah 187 orang, dengan rincian,  enam orang rawat inap, 89 isolasi mandiri serta 92 orang selesai dipantau dan dinyatakan sehat. Paling banyak ODP tersebar di Kecamatan Panji berjumlah 26 orang. Kecamatan Banyuputih 23 orang. Kecamatan Kendit 22 ODP serta Kecamatan Mlandingan 21 ODP.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso Bantu Vitamin dan Masker Untuk Polres Situbondo

Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto,  saat ditemui memantau pasar hewan di Desa Sumberkolak, Sabtu kemarin, mengatakan,  sebenarnya sudah ada empat pasien dinyatakan sembuh dan pulang dari rumah sakit. Keempat pasien itu di rawat di dua rumah sakit rujukan berbeda, yaitu di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dan RSUD dr. Soebandi Jember.

Menurut Dadang, selama ini surat dari pemerintah pusat memang agak lambat turun, sehingga terjadi simpang siur informasi. Bupati mengaku telah meminta Dinas Kesehatan, agar segera berkirim surat melaporkan jumlah pasien sembuh. Sebab, jika jumlah pasien sembuh tak diubah, akan menimbulkan reaksi di masyarakat.

Dadang juga menjelaskan, saat ini di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo disiapkan 14 ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).  Dari 14 kamar yang dipersiapkan terdiri dari 4 kamar dilengkapi ventilator, serta 10 kamar lainnya merupakan ruang isolasi biasa.