Situbondo- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan klinik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mengingat hanya ada 10 persen BUMDes di Jawa TimurĀ yang sudah maju dan berkembang. Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, Muhammad Yasin.
Saat ditemui di acara Jatim Specta Night Carnival ke-6 di alun-alun Situbondo, Yasin mengaku masih sedikit jumlah BUMDes di Jawa Timur yang siap bersaing. Pemrov menyediakan klinik BUMDes untuk mendorong percepatan BUMDes.
Yasin mengaku, Pemprov juga telah menandatangani kerjasama dengan PT Pos Indonesia saat pembukaan JSNC di destinasi wisata keramba apung, untuk mempercepat distribusi hasil produk BUMDes.
Yasin menjelaskan, di Jawa Timur ada 7. 724 desa dan baru 5.400 desa yang memiliki BUMDes. Dari jumlah tersebut, baru 431 BUMDes yang sudah maju dan berkembang. Padahal Pemrov menginginkan BUMDes akan mempercepat kemajuan perekomian desa.
Lebih Jauh Muhammad Yasin mengatakan, salah satu BUMDes di Jawa Timur ada yang sudah berpenghasilan 9 Miliar tahun 2018, dan telah menyumbang Pendapatan Asli Desa sebesar 1,3 Miliar.









