Hari Guru Nasional, Bung Karna Puji Sosok Guru Yang Menginspirasi

0
28
bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat bertemu Sadi, gurunya yang dinilai menginspirasi hidupnya melanjutkan pendidikan hingga kuliah (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Peringatan Hari Guru Nasional menjadi momentum bagi Bupati Situbondo Karna Suswandi, mengisahkan salah seorang gurunya. Sosok guru yang dinilai menginspirasi hidupnya itu bernama Sadi, yang tak lain adalah Ketua KONI Situbondo saat ini.

Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna itu mengaku menjadi murid Pak Sadi sejak kelas III SD. Pak Sadi adalah sosok yang menginspirasi, seorang guru yang sederhana, penyabar dan memiliki dedikasi tinggi. Baginya, Pak Sadi bukan sekedar guru, melainkan motivator dalam hidupnya. Pak Sadi yang telah memotivasi dirinya melangsungkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Beliau ini guru yang gigih, tekun dan sederhana. Beliau yang meminta saya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya sambil berkaca-kaca menatap sosok gurunya itu saat bertemu di pendopo Kabupaten, Kamis, 15 November 2021.

Menurut Bung Karna, guru adalah guru. Setinggi apapun jabatan seseorang harus tetap menghormati dan memuliakan gurunya. Baginya, guru yang telah menuntunnya jadi orang pintar, sekaligus menuntunnya kearah masa depan yang lebih baik.

Bung Karna mengisahkan, sebagai anak desa yang tinggal di Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa,  anak yang sudah lulus SD di Desanya biasanya mulai dipersiapkan untuk menikah. Bung Karna mengaku melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena motivasi Pak Sadi.

BACA JUGA :  Bupati Situbondo Turun Langsung Salurkan Bantuan Pupuk Urea Gratis

“Sejak masuk Situbondo,  Pak Sadi ini sudah tinggal di rumah saya, tapi saya sudah lupa tahunnya. Beliau guru tugas dari Kabupaten Ponorogo. Dulu, guru-guru banyak didatangkan dari wilayah barat,” ujarnya.

Bung Karna mengaku sangat berhutang budi kepada Pak Sadi dan orang tua serta kakeknya. Keberhasilannya sampai kuliah di  Malang saat itu, tidak lepas dari motivasi guru dan kegigihan orang tua dan kakenya.

Bung Karna mengisahkan perjalanan hidupnya semasih kuliah di Malang. Dirinya kerapkali terlambat kembali ke kampus, karena masih harus menunggu uang hasil panen.

“Saya dari keluarga petani dan saat itu kondisinya pas-pasan. Kalau sudah pulang liburan saya sering terlambat kembalinya ke kampus karena nunggu uang hasil panen,” kenangnya.

Selain itu, Bung Karna mengajak Pak Sadi memajukan olahraga di Situbondo melalui KONI, karena orangnya gigih meski usianya sudah 68 tahun. Sekarang mulai terbukti, dengan anggaran terbatas Pak Sadi masih bisa menggerakan cabang olahraga berkiprah.

“Beberapa terobosan dilakukan pak Sadi di KONI. Dengan anggaran  minim sekali, pak Sadi menggandeng berbagai pihak menyiapkan venue untuk pelaksanaan Porprov Jatim 2022 mendatang,” pujinya sambil melirik sosok guru yang sangat dihormatinya itu.

Reporter: Zaini Zain