Penangkapan Komplotan Pencuri Asal Luar Kota Berlangsung Dramatis

0
BhasaFM
Tiga komplotan pencuri lintas Provinsi yang tertangkap polisi dan warga langsung digelandang ke Mapolres Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Komplotan pencuri yang diduga sindikat pencurian lintas Provinsi tertangkap warga, usai membobol rumah anggota polisi. Tiga pelaku berhasil ditangkap, satu pelaku lagi berhasil kabur.

Penangkapan komplotan pencuri itu berlangsung dramatis. Empat komplotan pencuri berusaha kabur saat aksinya kepergok warga. Pelaku yang mengendarai mobil melawan arus dengan menerobos jalur satu arah di jalan Diponegoro hingga nyaris beberapa kali bertabrakan dengan pengendara lain.

Para pelaku yang mengendarai mobil Xenia Nopol  DK 1869 AN, berhasil ditangkap warga dan polisi, karena mobil yang dikendarainya terperosok masuk gang buntu, di belakang pasar Senggol Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji.

BhasaFM
Mobil komplotan sindikat pencuri yang terjebak di gang buntu (foto: Zaini Zain)

Belakangan diketahui, ketiga komplotan pencuri yang tertangkap bernama Andi Sulistyo, 27 tahun, Sugiharto, 40 tahun, Dasrikin, 37 tahun, ketiganya berasal dari Demak, Jawa Tengah. Sedangkan satu pelaku yang berhasil kabur berinisial HD, yang sekaligus otak aksi pencurian.

Komplotan pencuri itu beraksi di rumah Yuli Windarti, karyawan BPR di Kompleks Perumahan Pleyan, Kecamatan Panarukan. Aksi pelaku diketahui saat berusaha masuk ke rumah lain milik Eka Yudra, anggota Polres Situbondo.

Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bendel uang pecahan 100 ribuan, serta satu bendel uang pecahan campuran. Polisi juga mengamankan dua buah tas perempuan berisi aksesoris dan perhiasan, satu kotak uang recehan, empat buah tas berisi pakaian.

Menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Masykur, barang bukti yang diamankan diduga hasil aksi kejahatan para pelaku. Saat ini polisi masih mengembangkan penyidikan, karena pelaku diduga sindikat pencuri lintas Provinsi. Sebelumnya pelaku mengaku beraksi di Bali.

Masykur mengaku, modus pelaku dengan pura-pura bertamu dengan sasaran kompleks perumahan. Jika rumah dalam keadaan kosong pelaku langsung beraksi. Saat ini kata Masykur, pihaknya masih mengejar satu pelaku yang masih buron.