Pengamen Babak Belur Jadi Korban Pengeroyokan Preman Mabuk

0
bhasafm
korban pengeroyokan (21/2) (Foto: Zaini Zain)

Situbondo– Seorang pengamen babak belur jadi korban pengeroyokan tiga orang preman yang diduga sedang mabuk. Korbannya bernama Muhammad Husen, 22 tahun, warga Desa Kotakan Utara, Kecamatan kota Situbondo.

Aksi pengeroyokan terjadi di sekitar jembatan Desa Kotakan, malam kemarin (21/2). Muhammad Husen, mengalami sejumlah luka robek di bagian wajahnya. Selain itu, rekan korban bernama Yunus, yang ingin menengahi juga ikut jadi korban pengeroyokan.

Aksi pengeroyokan konon dipicu karena kecurigaan ketiga pelaku terhadap korban yang dicurigai jadi Spionase polisi. Korban dihadang ketiga pelaku saat hendak pulang mengamen di jalan dekat jembatan desa Kotakan.

Tanpa banyak bicara, ketiga pelaku yang diduga masih dalam pengaruh minuman keras langsung memukul korban. Korban Muhammad Husen sempat kabur dan mengadukan pengeroyokan tersebut terhadap temannya Yunus.

Korban dan Yunus kembali ke lokasi untuk berdamai dan memberikan klarifikasi. Namun ketiga pelaku bertambah kalap dan kembali mengeroyok korban dan rekannya Yunus. Tak terima perlakuan ketiga pelaku, kedua korban akhirnya melaporkannya ke Mapolres Situbondo.

Menurut Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo, kedua korban sudah mengenal ketiga pelaku pengeroyokan. Nanang mengaku, untuk melengkapi laporan pengeroyokan ini, penyidik sudah memintakan korban visum et repertum ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.