Tipu Warga Papua, Dukun Sanjipak Dibekuk Polisi

0

Situbondo– Tim Resmob Polres Situbondo membekuk dukun sanjipak. Dukun yang mengaku bisa menggandakan uang itu bernama Hadi Suyitno, warga Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.

Dukun sanjipak berusia 35 tahun itu dibekuk polisi di rumahnya, Minggu sore kemarin (10/5),  setelah dua kali mangkir panggilan polisi. Tak hanya mengaku sebagai dukun pengganda uang, tersangka juga mengaku bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Ada tiga korban tersangka melaporkannya ke Mapolres Situbondo. Salah satu korbannya bernama Siswanto,61 tahun,  warga Kelurahan Sentani, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Siswanto datang ke rumah tersangka bersama istrinya Siswaryati, 18 November 2017 lalu.  Korban tertarik datang ke rumah dukun sanjipak itu setelah diberi tahun salah seorang temannya. Selain ingin berobat, korban ingin menggandakan uang.

Oleh tersangka korban dimintai uang sebesar 50 juta rupiah.  Konon uang tersebut untuk prosesi ritual penggandaan uang. Korban dibawa mengikuti ritual di salah satu rumah kost di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.

Korban akhirnya melaporkannya ke Mapolres Situbondo, karena uang yang dijanjikan berlipat ganda tak pernah terjadi. Bahkan uang 50 juta milik korban juga tak dikembalikan. Tahu dirinya dipolisikan tersangka mangkir dari panggilan penyidik. Upaya polisi melakukan penjemputan paksa juga tak membuahkan hasil, karena tersangka tak pernah ada di rumahnya.

Tim Resmob Polres yang terus memantau tersangka, langsung bergerak cepat setelah mendengar tersangka pulang ke rumahnya. Tersangka Hadi Suyitno dibekuk polisi tanpa perlawanan, dan langsung digelandang ke Mapolres Situbondo.

Menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Masykur, setelah ditangkap tersangka langsung dijebloskan ke sel tahanan. Masykur meminta masyarakat melapor polisi, jika merasa menjadi korban penipuan dukun sanjipak tersebut.

KOMENTAR ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.