Amtsilatuna Bersama Ustadzah Muslihatul Jannah

0
BhasaFM
Ustadzah Muslihatul Jannah sedang memberikan materi tentang kalimat fi'il pada siswa amtsilatuna putri kelas III i (foto: Reporter Dakwah)

Situbondo- Pengasuh Ponpes Sukorejo yang kedua, almarhum almaghfurlah Kyai Haji Raden Achmad Fawaid As’ad sering menyampaikan, bahwa santri ponpes salafiyah syafi’iyah Sukorejo harus bisa membaca al-Qur’an dengan baik. Selain itu santri juga diharapkan bisa membaca kitab kuning fathul qarib dengan baik juga.

Mengingat dua dawuh ini, pengurus ponpes sukorejo asrama pusat putri mewajibkan seluruh santri putri yang berasrama di asrama pusat putri untuk belajar di qiro’atuna sampai lulus. Keaktifan di qiro’atuna putri menjadi persyaratan untuk mengikuti ujian madrasah diniyah.

Setelah lulus qiro’atuna putri, santri bisa melanjutkan di amtsilatuna putri. Amtsilatuna ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler untuk pendalaman kitab kuning. Lulus qiro’atuna, dan lulus amtsilatuna menjadikan santri bisa membaca al-Qur’an sekaligus kitab kuning minimal fathul qarib dengan baik sekaligus benar.

Ustadzah Muslihatul Jannah adalah salah satu dari para ustadzah yang membimbing santri putri untuk menambah pengetahuan tentang tata cara membaca kitab kuning dengan baik sekaligus benar. Kelas III i merupakan tempat aktifnya di amtsilatuna putri. Proses belajar mengajar di amtsilatuna putri ini berlangsung setiap hari Selasa mulai pukul 10.30 sampai 11.30, bertempatkan di musholla ponpes pusat putri lantai satu.

Ustadzah Muslihatul Jannah menuturkan, bahwa santri yang aktif mengikuti pembelajaran di amtsilatuna putri dapat menambah pengetahuan lebih rinci tentang ilmu nahwu, sharraf. Kedua ilmu ini merupakan modal awal untuk bisa membaca kitab kuning dengan baik sekaligus benar.