Bakti Sosial Dan Pemeriksaan Kesehatan Di Ponpes Sukorejo

0

Situbondo- Rangkaian deklarasi pendirian faskes NU Jawa Timur akhirnya sampai pada momentum bhakti sosial dan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat umum. Pelaksanaan momentum ini ditempatkan di ruang kelas Smk Ibrahimy 1 terletak disebelah barat Masjid dan kompleks makam pahlawan nasional Kyai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin. Kegiatan ini berlangsung pada hari selasa 29 oktober 2019, mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Pada pemeriksaan ini ada berbagai poli pilihan yg disiapkan dalam pelayanan kesehatan gratis. Poli yang dimaksud adalah, poli bedah, poli syaraf, poli anak, poli penyakit dalam, poli penyakit & kelamin, poli rehab medik, poli radiologi, poli kandungan, poli THT, poli gigi, poli umum, dan poli jantung.

BhasaFM
Daftar Poli Gratis pada Pemeriksaan Kesehatan di Ponpes Sukorejo (29.10.2019) (foto: Reporter Dakwah)

Alur pemeriksaan kesehatan ada beberapa tahapan. Pasien akan disambut oleh tim yg menerima pendaftaran, kemudian menyerahkan tanda pengenal bagi yang membawa, sehingga mudah dalam pendataan dan arsip. Berikutnya pasien ke meja penyaringan untuk ditentukan pada poli yang disesuaikan keluhan pasien. Pada meja registrasi pasien akan disahkan menjadi pasien pemeriksaan. Kemudian berlanjut ke tempat tunggu poli sampai pemanggilan untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Pasien akan dilayani dalam pemeriksaan oleh perawat terus berlanjut ke dokter. Kemudian pasien mendapatkan resep obat untuk ditukarkan ke apotik yang telah disiapkan. Pasien bisa pulang setelah mendapatkan serangkaian pelayanan kesehatan.

Salah seorang pasien pemeriksaan kesehatan ini, Zainiyah Ma’ruf, pengurus di MQ tahfidzul qur’an putri menuturkan, alhamdulilah pelayanan pemeriksaan kesehatan cukup teratur dan lancar. Pasien cepat terlayani dengan baik tanpa harus antri terlalu lama, karena petugas kesehatan yang melayani cukup banyak, seimbang dengan jumlah pasien yang berobat. Semoga pelayanan pemeriksaan kesehatan seperti ini terus berlanjut dan ditingkatkan, apalagi gratis tentu menarik minat anggota masyarakat yang kurang mampu di bidang ekonomi.