Berkunjung ke Pesantren Sukorejo, Presiden Jokowi Kagumi Ketokohan Kiai As’ad

0
Didampingi pengasuh P2S2 KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Presiden Jokoewi meresmikan Universitas Ibrahimy (Foto: Zaini Zain)

Situbondo– Haul majemuk masyayikh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiyah Sukorejo, berlangsung istimewa, Sabtu sore 3 Pebruari lalu. Haul majemuk dihadiri Presiden Joko Widodo bersama ibu Negara Iriana Jokowi.

Kedatangan Presiden Jokowi bersama ibu negara disambut gempita puluhan ribu santri, alumni dan masyarakat umum. Sebelum menuju ke lokasi haul, Presiden Jokowi dan ibu Negara beserta rombongan ziarah ke kompleks pemakaman keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah.

Di hadapan para Kiyai, Habaib, ribuan santri dan alumni, Presiden Jokowi mengaku mengagumi ketokohan KHR. As’ad Syamsul Arifin. Kiai As’ad merupakan sosok pejuang yang pemikiran dan dakwahnya untuk agama islam nusantara.

Menurut Presiden Jokowi, pada 2016 silam dirinya memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada Kiai As’ad. Gelar pahlawan tersebut sudah sepantasnya diterima Kiai As’ad atas jasa dan perjuangannya untuk agama, bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengaku datang langsung ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, karena ingin melihat langsung santri Kiai As’ad, yang mewarisi semangat dakwah dan perjuangannya.

Lebih jauh Presiden Jokowi menegaskan, saat ini dunia islam kagum terhadap Indonesia. Bangsa besar dengan 260 juta penduduk dan memiliki 1.100 lebih bahasa daerah. Indonesia memiliki  17 ribu pulau dan 714 suku tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Presiden Jokowi mengaku, ditengah keragaman suku, etnis dan agama, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun. Sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia, Islam hadir sebagai agama rahmatan lil’alamin.

Saat berkunjung ke Pesantren Sukorejo, Presiden Jokowi juga meresmikan perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy Sukorejo menjadi Universitas Ibrahimy. Saat didirikan pada tanggal 14 Maret 1968, Kiai As’ad memberi nama UNIB atau Universitas Ibrahimy. Pada tahun 1988 UNIB berganti menjadi IAII. Dan dimasa kepemimpinan KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, IAII berubah menjadi Universitas Ibrahimy dan  diresmikan langsung Presiden Jokowi.