Diberi Hadiah Lukisan “Satria Kuda Putih”, Kiai Azaim Menyebut Haul Majemuk di Sukorejo Ajang Pertemuan Lintas Generasi

0
BhasaFM
Alumni PP Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo yang juga Ketua Dewan Kesenian Situbondo, Edy Supriyono menyerahkan lukisan Satria Kuda Putih (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Sekitar 30 ribuan alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, mengikuti haul majemuk dan reuni. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, disambut pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, sore kemarin.

Selanjutnya, ribuan alumni jalan kaki menuju halaman kampus Universitas Ibrahimy. Para alumni kangen-kangenan makan nasi gulung bersama-sama. Para alumni berkumpul di Masjid Jami’ ibrahimy, mengikuti haul pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, serta pengajian bersama Kiai Azaim Ibrahimy. Usai acara, para alumni ngopi bareng di halaman SMK Ibrahimy.

Yang menarik, salah seorang alumni menyerahkan lukisan Kiai As’ad yang dikenal dengan sebutan “Satria Kuda Putih”. Edy Supriyono, yang juga Ketua Kesenian Situbondo, menyerahkan lukisan tersebut kepada Kiai Ahmad Azaim Ibrahimy.

Menurut Kiai Azaim , setiap tahun para alumni datang ke Sukorejo untuk memperingati Haul majemuk. Hal itu merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap pendiri dan pengasuh Pesantren Sukorejo .

Kiai Azaim mengatakan,  bahwa haul majemuk ini menjadi momentum untuk saling mengingatkan tentang keteladan, pesan serta cita-cita para almarhumin antara satu santri dengan santri lainnya, dari satu generasi ke generasi lainnya, karena  mungkin antara santri memiliki pengalaman berbeda-beda.

BACA JUGA :  Kiai Azaim, Menjaga Khittah NU Berarti Mengawal Warisan Kiai As’ad dan KH Hasyim Asy’ari

Oleh karena itu, Kiai Azaim menegaskan, bahwa momentum Haul Majemuk ini sebagai media silaturrahim, untuk saling mengenal antar sesama santri dari berbagai daerah dan lintas generasi. Satu barisan dan satu almamater di bawah naungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Sementara itu, salah seorang alumni, Edy Supriyono, mengaku menyerahkan lukisan Kiai As’ad atau “Satria  Kuda Putih”,  karena dirinya sangat mengagumi  sosok Kiai As’ad. Kiai As’ad merupakan tokoh yang sangat komplit. Dikalangan warga nahdliyin, Kiai As’ad merupakan mediator berdirinya NU. Di era penjajahan Kiai merupakan salah seorang pejuang hinga mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional.

Edy Supriyono mengaku, lukisan Kiai As’ad “ Satria Kuda Putih” diharapkan akan menginspirasi para santri Pondok Pesantren Sukorejo dan para generasi muda pada umumnya. Selain itu, dirinya merasa perlu mengabadikan “Satria Kuda Putih” dalam bingkai lukisan, agar tak semua orang melukis sosok Kiai As’ad, namun menghilangkan etika dan estetika  karena berbeda dengan sosok aslinya.