Hadiah Pembacaan Surat Ikhlas Haul Majemuk Pendiri dan Pengasuh Pesantren Sukorejo Mencapai 2 Miliar Lebih

0
BhasaFM
Haul majmuk pondok pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Acara puncak peringatan Haul Majemuk pendiri  dan pengasuh pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, dihadiri ribuan alumni dari berbagai daerah di Indonesia.  Selain itu, ribuan kaum muslim memadati halaman pesantren hingga depan Masjid Jami’ Ibrahimimy.

Tak hanya ramai di pondok pesantren Sukorejo, para alumni dan simpatisan yang tak sempat datang, mengikuti peringatan haul majemuk melalui saluran media sosial youtube. Selama dua jam siaran langsung di unggah sudah di tonton sekitar 1, 5 ribu orang.

BhasaFM
Haul majmuk pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo (foto: Zaini Zain)
Sudah menjadi tradisi setiap peringatan Haul Majmuk, para santri, alumni dan simpatisan membacakan khataman al Qur’an dan surat ikhlas. Haul Majemuk kali ini, pembacaan al- Qur’an untuk pendiri, pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Sukorejo sebanyak 34 ribu 524 kali. Sedangkan pembacaan surat ikhlas mencapai 2 miliar 158 juta 240 ribu 414 kali.

Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, KHR. Azaim Ibrahimy, mengatakan, haul majmuk tahun ini memang terasa beda, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kiai Azaim mengaku bangga, karena para alumni kompak datang meski mereka berasal dari daerah yang cukup jauh.

Menurut Kiai Azaim, sejak beberapa tahun ini dirinya berkeliling menemui para alumni pondok pesantren Sukorejo. Kiai Azaim mengingatkan, agar para alumni tak melupakan pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.

Kiai Azain menyatakan, “kembalinya alumni ke Pondok Pesantren Sukorejo bukan hanya secara fisik melainkan secara pemikiran dan perilaku”. Para alumni harus tetap meneladani uswah Kiai Syamsul Arifin, Kiai As’ad Syamsul Arifin dan Kiai Fawaid As’ad.

Menurutnya, sebagai umat muslim penganuh paham ahlussunnah waljamaah, pola pikir santri ponedok pesantren Sukorejo yaitu moderat, selalu menghargai setiap perbedaan. Oleh karena itu, Kiai Azaim mengingatkan, agar santri Sukorejo tidak ikut-ikutan mencela dan mencaci maki di media sosial, hanya karena perbedaan pilihan.

Lebih jauh Kiai Azaim menegaskan, agar para santri Sukorejo benar-benar menjaga kedaulatan bangsa ini. Sebab ada darah para ulama dan para Syuhada dalam merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia.