Keren, Pameran Nusantara Alumni Sukorejo Akan Dilisensi Masuk Jejaring Prodouk ICSB

0
BhasaFM
Pengasuh Pesantren Sukorejo KHR. Ahmad Azaim Ibrahmimy menandatangani MoU pemberdayaan Ekonomi dengan ICSB (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Haul majemuk pendiri dan pengasuh pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, menjadi ajang penguatan ekonomi bagi alumni pondok pesantren Sukorejo. Pangelaran pameran Nusantara akan dilisensi masuk jejaring produk ICSB atau International Council for Small Business.

Ada 30 stand pameran yang berisi produk unggulan pengurusn Rayon Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) dari berbagai daerah di  Indonesia. Pameran Nusantara mendapat sambutan positif Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, mendatangani kerjsama pendampingan dengan  ICSB atau International Council for Small Business. Tujuannnya, memberikan pendampingan dan lisensi produk home industry alumni Sukorejo.

Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi, mengapresiasi pameran Nusantara di Pondok Pesantren Sukorejo, karena  program tersebut merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Mas Purnomo, Gubernur Jatim memiliki program OPOP atau One Pesantren One Product, agar pesantren berdaya saing menyikapi ekonomi global. Melalui program ini, pesantren tidak hanya jadi penyangga pendidikan karakter, melainkan akan jadi pilar penyangga sosial ekonomi.

Mas Purnomo mengaku, melalui MoU tersebut produk alumni yang tergabung melalui organisasi IKSASS, akan dilakukan pendampingan melalui pelatihan skill, serta sertifikasi dan lisensi untuk masuk ke jejaring produk ICSB.

Sementara itu, Wakil Ketua pengurus pusat IKSASS, Zeiniye, mengatakan, bahwa pameran nusantara ini merupakan ikhtiar melakukan pemberdayaan ekonomi alumni, sebagaimana wasiat KHR. As’ad Syamsul Arifin. Ada 30 stand pameran milik pengurus rayon IKSASS serta lembaga di bawah naungan pondok Sukorejo.

Zeiniye yang juga anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, mengaku, bahwa pameran Nusantara ini memanfaatkan potensi yang dimiliki alumni pesantren Sukorejo. Target dari pameran ini yaitu menemukan model Bisnis berbasis syari’ah, serta kemandirian perekonomian alumni, yang berdampak terhadap masyarakat di lingkungannya.

Menurut Zeiniye, melalui konsep ekonomi keumatan sebagaimana cita-cita pendiri dan pengasuh pesantren Sukorejo, diharapkan alumni menjadi penggerak laju perekonomian di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, pameran Nusantara akan terus digelar setiap peringatan hari besar di Ponpes Sukorejo.