KHR. Ach. Azaim Ibrahimy Peduli NU

0
BhasaFM
Pengasuh mempersilahkan pada pengurus MWC NU dan Ranting NU Sumberejo untuk mengumpulkan koin muktamar NU dengan disaksikan oleh rois syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir (foto: Reporter Dakwah)

Situbondo- Perhelatan 5 tahunan PBNU, muktamar nahdlatul ulama’ akan diselenggarakan bulan Oktober 2020 di Lampung. Demi suksesnya acara tersebut, PBNU mengeluarkan instruksi agar semua warga NU berperan aktif dalam mensukseskan penyelenggaraan acara, terutama untuk menjaga kemandirian jam’iyah NU. Warga NU diharapkan ikut menyumbang dana demi suksesnya kegiatan akbar tersebut.

Pengasuh ponpes sukorejo Kyai Haji Raden Achmad Azaim Ibrahimy dalam istighotsah malam Jumat manis di Masjid Jamik Ibrahimy Sukorejo, memberikan kesempatan pada pengurus MWC NU Banyuputih, ranting NU sumberejo mengumpulkan sumbangan untuk muktamar NU. Prosesi ini disaksikan langsung oleh rois syuriah PBNU Kyai Haji Afifuddin Muhajir.

BhasaFM
Pengurus NU sedang mengumpulkan koin muktamar NU dari para jamaah istighotsah malam Jum’at manis di Masjid Jamik Ibrahimy Ponpes Sukorejo (foto: Reporter Dakwah)

Dalam pengantarnya, Kyai Achmad Azaim Ibrahimy menyampaikan bahwa acara dzikir jumat manis malam ini sangat istimewa, karena ada penganugerahan bagi santri yang berprestasi, gerakan koin muktamar nu masuk dalam agenda rangkaian acara istighotsah malam jum’at manis ini. Ia berharap dengan koin muktamar ini ada kemandirian jam’iyah NU dalam melaksanakan muktamar yang akan datang. NU tidak lagi ditunggangi oleh politik kepentingan. Serta do’a keberkahan semoga dapat diperoleh dari niatan menyumbang untuk kesuksesan acara muktamar NU.

Sementara itu saat dimintai komentarnya, ketua ranting NU sumberejo Haji Mohammad Rojil Ghufron mengungkapkan, bahwa koin muktamar ini dimaksudkan untuk kemandirian jam’iyah juga sebagai uji loyalitas anak kepada orang tuanya yaitu NU yang saat ini punya gawe besar 5 tahun. Saat ini dituntut untuk menyukseskan acara muktamar itu baik dengan dana, daya, dan dengan doa kepada alloh swt agar nu sebagai wadah perjuangan ulama’  menjadi jam’iyah yg bermartabat, mandiri, terhindar dari politik uang, terutama pada muktamar yang akan datang.