Kiai Azaim Bersholawat Bersama Warga Binaan Rutan Situbondo

0
bhasafm
IMG-20190206-WA0014 (foto : Zaini Zain)

Situbondo-Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Salafiyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, bersholawat bersama warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Situbondo, Rabu pagi kemarin.

Acara rutan bersholawat merupakan rangkaian kegiatan magang praktek profesi Mahasiswi Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo. Di hadapan warga binaan rutan, Kiai Azaim mengingatkan agar tak akan jatuh berulangkali.

Kiai Azaim menceritakan kisah Nabi Adam dan Siti Hawa. Kedua kekasih Allah itu dikeluarkan dari surga dan diturunkan di bumi  karena tak kuat godaan syetan.

Menurut Kiai Azaim, sejatinya umat manusia hidup di dunia akan menjalani ujian. Karena ujian itulah yang akan menguji keimanan seseorang.

Kiai Azaim mengingatkan, ada tiga musuh sekaligus yang harus dilawan di dunia ini, yaitu melawan  hawa nafsu, melawan syetan serta melawan ajakan manusia itu sendiri. Salah satu dari tiga musuh itulah yang bisa menyebabkan seseorang tergelincir.

Oleh karena itu, Kiai Azaim mengajak warga binaan rutan Situbondo kembali bangkit, untuk menjalani kehidupan lebih baik lagi di jalan Allah. Karena selalu ada kesempatan bagi umat manusia untuk memperbaiki diri.

BACA JUGA :  Orientasi Kader Baru Banyuwangi Tengah

Sementara itu, Kepala Rutan Situbondo, Alip Purnomo, menyampaikan terima kasih karena Universitas Ibrahimy Sukorejo mempercayai rutan Situbondo, menjadi tempat praktek magang bagi para mahasiswi.

kata Alip Purnomo, “keberadaan mahasiswi Fakultas Dakwah di rutan Situbondo, sangat memberi warna tersendiri dan pengaruhnya sangat besar bagi warga binaan”. Oleh Karena itu, Alip Purnomo berharap agar program magang di rutan terus belanjut dari tahun ke tahun.

Acara sholawatan di rutan Situbondo ternyata jadi perhatian nettizen di media sosial. Banyak nettizen mengikuti acara rutan bersholawat melalui siaran langsung di channel S3TV akun youtube milik Pesantren Sukorejo. Hanya sekitar 5 jam video kiai Azaim bersholawat di rutan  sudah ditonton 1, 5 ribu lebih nettizen.