Mahasiswi Prodi Kebidanan Belajar Tahsinul Qiro’ah

0
BhasaFM
Ustadzah Zainiyah, S.HI., Al-Hafidzah sedang menerima setoran bacaan mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Kebidanan (foto: Reporter Dakwah)

Situbondo- Fakultas ilmu kesehatan prodi kebidanan mempunyai mata kuliah ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswinya, yaitu tahfidz. Ada empat surat dalam Al-Qur’an yang wajib dihafalkan oleh mahasiswi prodi kebidanan, surat Yaasiin, surat Ar Rahman, surat Al Waqi’ah, dan surat Al Mulk. Selain keempat surat diatas, mahasiswi prodi kebidanan juga wajib menghafalkan beberapa surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Asy Syam sampai An Naas.

Namun dalam proses belajar mengajar tahfidz ini, mahasiswi sebelum mulai menghafal diharuskan belajar cara membaca al-Qur’an dengan baik, dan benar. Dosen pengampu tahfidz akan memberikan contoh bacaan yang baik, dan benar. Kemudian setiap mahasiswi harus membaca setiap surat di hadapan dosen pengampu tahfidz, sehingga bisa dievaluasi kualitas bacaannya. Hafalan beberapa surat dalam Al-Qur’an ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti wisuda kelulusan.

BhasaFM
Mahasiswi sedang mempersiapkan bacaan untuk disetorkan pada dosen pembinanya Ustadzah Zainiyah, S.HI., Al Hafidzah (foto: Reporter Dakwah)

Ustadzah zainiyah al hafidzah yang merupakan salah satu pembina di MQ tahfidz putri menuturkan, bahwa menghafalkan Al-Qur’an itu lebih mudah ketimbang menjaganya. Namun untuk bisa membaca al-Qur’an dengan baik, dan benar, ada tahapan yang harus dilalui. Pertama, harus mengetahui beberapa hukum ilmu tajwid. Kedua, harus mengetahui sifat-sifat huruf. Kemudian baru boleh memulai proses menghafalkan.

BACA JUGA :  Tasyakuran MQ Tahfidz Putri