Sambut Delegasi Rektor Al Azhar, 60 Delegasi Pesantren Ahli Fiqih Berkumpul di Pondok Pesantren Sukorejo

0
BhasaFM
Silatnas pengasuh Ma'had Aly se Indonesia di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Sebanyak 60 delegasi Ma’had Aly se Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiyah Sukorejo. Selama dua hari ini, para delegasi ahli fiqih itu menggelar halaqoh penguatan kelembagaan Ma’had Aly.

Selain itu, delegasi pesantren ahli fiqih yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, diagendakan menyambut kedatangan delegasi rektor Al Azhar pagi ini. Delegasi Ma’had Aly berasal dari luar pulau jawa seperti dari Aceh, Jambi, Kalimantan dan Sulawesi.

Menurut Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, Dr. Abdul Jalal, pertemuan delegasi Ma’had Aly di Pondok Pesantren Sukorejo berlangsung sejak 1 hingga 2 Juli. Para peserta menggelar halaqoh untuk penguatan lembaga Ma’had Aly.

Abdul Jalal menjelaskan, Ma’had Aly yang secara khusus mencetak kader ahli fiqih perlu melakukan penguatan kelembagaan di era digital ini. Pemerintah dan Asosiasi Ma’had Aly juga sudah sepakat bekerjasama, untuk tidak membuat regulasi yang dapat mengganggu kelangsungan Ma’had Aly.

Abdul Jalal mengaku, lulusan Ma’had Aly di Indonesi memang sangat berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Setiap angkatannya hanya ada sekitar 40 kader lulusan Ma’had Aly karena proses seleksinya sangat ketat.

Oleh karena itu kata Abdul Jalal, setiap pemerintah akan membuat regulasi selalu melibatkan asosiasi Ma’had Aly. Jika ada regulasi yangdapat menurunkan kualitas Ma’had Aly, maka pengelola Ma’had Aly melepas aturan formalitas demi menjaga kualitas.

Abdul Jalal yang juga dosen Ma’had Aly Sukorejo mengaku, secara kualitas seluruh delegasi Ma’had Aly membahas tentang kebutuhan keilmuan dasar, keilmuan pendukung dan keilmuan pelengkap. Hal ini penting agar kualitas kader ahli fiqih lulusan Ma’had Aly benar-benar terjaga.

Abdul Jalal menambahkan, hari ini delegasi Ma’had Aly Sukorejo dan Ma’had Aly se Indonesia, akan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi Al Azhar. Rancangan kerjasama tersebut untuk bersama-sama menyebarkan ajaran agama Islam wasathiyah atau moderat, mengingat Al-Azhar memiliki corak pemikiran yang sama tentang keislaman dengan pemikiran keislaman pondok pesantren di bawah Nahdlatul Ulama.

Lebih jauh Abdul Jalal mengatakan,  pagi ini juga akan berlangsung wisuda lulusan Ma’had Aly Pondok Pesantren Sukorejo. Usai mengikuti acara wisuda, delegasi rektor Al Azhar diagendakan akan bertemu dengan seluruh pengasuh pesantren se Jawa Timur serta delegasi Ma’had Aly se Indonesia.