Situbondo, bhasafm.co.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menghadirkan inovasi digitalisasi desa di Kabupaten Situbondo. Lewat program kerja unggulan di bidang lingkungan, para mahasiswa berhasil merancang Peta Digital untuk Desa Jetis, Kecamatan Besuki.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Unair, Muhammad Imdy Nandana, membeberkan pada Senin (27/7/2026) bahwa peta digital ini dirancang untuk memotret profil Desa Jetis secara utuh. Melalui platform digital ini, masyarakat luas hingga mancanegara dapat mengakses data demografi jumlah penduduk, pemetaan potensi desa, hingga pemetaan area rawan bencana secara akurat.
Selain program peta digital, KKN Unair juga mengusung empat pilar fokus kerja meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Di sektor kesehatan, mahasiswa menginisiasi upaya pencegahan stunting melalui inovasi olahan tahu bakso berbahan dasar ikan lele yang kaya gizi untuk balita serta ibu hamil.
Kepala Desa Jetis, Fadlan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa KKN Unair. Menurutnya, keberadaan peta digital sangat membantu keterbukaan informasi publik dan promosi potensi desa. Tak hanya itu, aksi nyata mahasiswa yang konsisten mengedukasi kebersihan lingkungan dan tempat ibadah dinilai memberikan teladan positif bagi warga.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat menemui para mahasiswa KKN berharap agar seluruh program kerja yang dijalankan memberikan dampak kemanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini juga membagikan wawasan sejarah dan kebudayaan Besuki yang dahulu menjadi pusat perekonomian kawasan Sekar Kijang, sekaligus menjelaskan keunikan karakter antropologis masyarakat setempat.









