Situbondo, bhasafm.co.id- Institut Pertanian Bogor atau IPB bersama Kelompok Tani Hutan Makmur di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, melakukan penanaman di atas lahan seluas 40 ribu hektare.
Penanaman berbagai jenis pohon ini ditanam di atas lahan perhutanan sosial yang dikelola Kelompok Tani Hutan Makmur. Jenis pohon yang ditanam yakni kopi, pepaya, pete, matoa, alpukat, kelengkeng, indigofera, dan lainnya.
Menurut Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Naresworo Nugroho, penanaman ini merupakan tindak lanjut kegiatan FoLU Net Sink 2030.
Untuk tahap awal, ada 20 ribu batang pohon dengan berbagai jenis tanaman, ditanam di atas lahan perhutanan sosial yang dikelola masyarakat setempat seluas 40 hektar. Tahap kedua atau tahun depan, akan ada 40 ribu hektare lagi yang akan kembali ditanami pohon keras.
Kata Profesor Naresworo, di Desa Tambak Ukir ini total ada 230 hektare lahan perhutanan sosial yang dikelola masyarakat, dan menjadi pilot projek IPB untuk ditanami dengan berbagai macam tanaman yang tentunya dapat menjaga keseimbangan ekosistem.
Profesor Naresworo mengungkapkan, penanaman puluhan ribu pohon itu adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan karbon dalam rangka mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca.
Selain itu juga, untuk memperbaiki kualitas ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati serta mendorong pemulihan tutupan lahan. Di sisi lain, tanaman tersebut bisa juga untuk pengembangan usaha ekonomi produktif berbasis agroforestri, yakni kehutanan dengan pertanian dan hasil hutan bukan kayu.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi program penanaman pohon oleh IPB. Kata Bupati Rio, di Desa Tambak Ukir memang perlu dilakukan penanaman karena di kawasan ini punya potensi banjir setiap memasuki musim hujan.
Bupati berharap KTH Makmur Tambak Ukir bisa menjadi salah satu contoh dalam implementasi kehutanan sosial di Situbondo. Oleh karena itu Bupati Rio meminta kepada masyarakat untuk merawat tanaman yang merupakan bantuan dari IPB.
Menurut Bupati, saat ini Indonesia mengalami deforestasi dan itu sangat membahayakan. Oleh karenanya, program penanaman dari IPB ini sangat bermanfaat bagi Situbondo, agar ekosistem hutan tetap terjaga dengan baik.









