Kader Posyandu Meninggal Usai Divaksin Karena Penyakit Asmanya Kambuh

0
131
bhasafm
BELASUNGKAWA-Bupati Situbondo Karna Suswandi saat mendatangi rumah duka kader posyandu yang meninggal usai divaksin karena menderita panyakit asma, Jum'at, 11 Juni 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Seorang kader posyandu bernama Wiwin Kamelia, warga Kecamatan Suboh, meninggal dunia setelah menjalani vaksin Covid-19 di Puskesmas setempat. Wanita 39 tahun itu meninggal karena penyakit asma yang dierita cukup lama kambuh.

Wiwin Kamelia masih sempat pergi ke pasar usai divaksin. Ia meninggal dunia saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo.

Bupati Situbondo Karna Suswandi bersama pejabat Forkopimda mengunjungi rumah duka di Kecamatan Suboh, Jum’at kemarin. Informasi dari pihak keluarga, yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit asma atau sesak nafas, namun tak disampaikan saat menjalani tahapan pemeriksaan sebelum divaksin.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Kami bersama forkopimda hadir kesini untuk mendengar langsung dari pihak keluarga terkait kematian korban,” kata Bupati yang juga Ketua Satgas Covid-19, Jumat, 11 Juni 2021.

Menurut Karna Suswandi,  informasi kematian korban tak perlu dibesar-besarkan karena bisa mengganggu proses vaksinasi yang sedang berlangsung. Korban memang baru selesai divaksin, namun meninggal dunia karena penyakit asma yang dideritanya kambuh. Oleh karena itu, Karna Suswandi meminta masyarakat, agar menyampaikan riwayat kesehatannya sebelum divaksin.

BACA JUGA :  Syarat Pembelajaran tatap Muka Guru dan Siswa Harus Selesai Divaksin

“Sebelum divaksin ada beberapa tahapan, mulai pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, dan selanjutnya petugas akan menanyakan riwayat penyakit warga yang akan divaksin. Ketika warga punya riwayat sesak nafas dan tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit lainnya, petugas akan menolak atau tidak akan menvaksin yang bersangkutan,” ujarnya

Terpisah,  suami almarhumah Wiwin Kamelia, Budiyanto, mengatakan, istrinya memang memiliki riwayat penyakit asma, namun tak disampaikan saat pemeriksaan sebelum divaksin, kemungkinan karena saat itu merasa sedang sehat.

Budiyanto mengaku, usai divaksin almarhumah sudah dilakukan observasi dan tidak ada gejala. Bahkan almarhum masih sempat ke pasar dan penyakit asmanya kambuh setelah sampai di rumahnya.

“Sempat pergi ke pasar usai divaksin. Almarhum meninggal saat akan dirujuk ke RSUD Situbondo. Saya ikhaas atas kepergian almarhumah,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain