Situbondo, bhasafm.co.id- Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk terjun ke sektor peternakan ayam petelur guna meningkatkan ketahanan pangan daerah. Langkah ini diambil karena saat ini produksi telur lokal Situbondo baru mencapai 3,5 ton per hari, jauh dari total kebutuhan harian masyarakat yang menyentuh angka 17 ton.
Kesenjangan produksi yang mencapai 13,5 ton per hari ini memaksa Situbondo bergantung pada pasokan luar daerah, yang berdampak pada ketidakstabilan harga di pasar. Bupati Rio menegaskan bahwa ketergantungan ini harus segera dipangkas dengan mengoptimalkan kandang-kandang yang ada serta memberikan pendampingan teknis dan akses permodalan perbankan bagi para peternak muda.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati memastikan seluruh program pengadaan pangan pemerintah daerah ke depan wajib menyerap hasil produksi dari peternak lokal. Kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden dan akan dituangkan dalam skema anggaran perubahan guna menjamin pangsa pasar bagi peternak lokal di Situbondo.
Salah satu contoh sukses dari kalangan muda adalah Ahmad Hasan Saifur Ridzal (16), pelajar SMAN 1 Asembagus asal Kecamatan Jangkar. Memulai usaha sejak awal 2025 hanya dengan tiga ekor ayam, kini ia mampu meraup keuntungan harian sebesar Rp50.000 hingga Rp60.000. Kisah Ahmad menjadi bukti bahwa sektor peternakan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan jika dijalankan dengan konsisten.
Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui dinas terkait berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang lebih serius kepada peternak ayam, yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian









