Situbondo, bhasafm.co.id- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah dampak dari perang Iran vs Amerika dan Israel.
Perang tersebut mengakibatkan harga minyak dunia terus naik, sehingga negara-negara terdampak, salah satunya Indonesia, harus hemat energi karena distribusi minyak dunia terhambat dan harganya naik signifikan.
Prof Zudan Arif Fakrulloh menegaskan melalui penerapan kebijakan WFH, Indonesia akan mampu menghemat energi karena secara otomatis akan mengurangi kebutuhan BBM, listrik, dan air. Ia mencontohkan di lembaga yang ia pimpin, BKN. Penerapan WFH mampu menghemat uang setiap pegawai sebesar Rp92.000 per hari.
Kebijakan WFH tak hanya diterapkan bagi ASN, namun pihak swasta didorong untuk juga menerapkan WFH, sebagai bentuk dukungan menghemat energi. Prof Zudan mengajak semuanya untuk hemat BBM dan hemat listrik, tidak membeli berlebihan dan tidak menggunakannya secara berlebihan.
Sementara itu dari sisi produktivitas ASN, Prof Zudan menegaskan bahwa penerapan WFH di lingkungan lembaga maupun pemerintah daerah justru meningkatkan produktivitas kerja ASN, karena mereka tidak perlu keluar rumah sehingga bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Sementara itu, Bupati Situboondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku akan menerapkan WFH sehari dalam seminggu yakni setiap hari Jumat, sehingga ASN di lingkungan Pemkab Situbondo, hanya empat hari bekerja di kantor, yakni Senin hingga Kamis.
Katanya, penerapan WFH ini tidak untuk semua sektor sebab ada beberapa sektor yang tidak bisa diterapkan WFH seperti pelayanan kesehatan, rumah sakit, transportasi perhubungan, keamanan dan ketenteraman.









