Home / Berita Terbaru / Kerugian Akibat Banjir Bandang di Situbondo Capai 15 Miliar

Kerugian Akibat Banjir Bandang di Situbondo Capai 15 Miliar

Situbondo, bhasafm.co.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo,  mencatat kerugian materiil akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) mencapai sekitar Rp15 miliar.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto mengatakan,  banjir bandang merusak sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan sekolah, juga ribuan rumah warga.

 

Kerugian yang mencapai sekitar Rp15 miliar itu belum mencakup kerugian di sektor pertanian,  karena masih dalam penghitungan. Ada ribuan hektare sawah terendam air dan mengakibatkan tanaman rusak. Saluran irigasi pertanian juga mengalami kerusakan.

 

Timbul mencontohkan, kerusakan fasilitas umum seperti jembatan salah satunya di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Akibat jembatan terputus, sekitar 1.500 warga Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, terisolasi karena itu adalah jembatan utama penghubung antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng.

 

Sejumlah titik tembok penahan tanah seperti bronjong sungai juga rusak diterjang banjir, dan masih banyak lagi infrastruktur yang rusak.

 

Hingga 8 hari pascabanjir, BPBD masih mendirikan dapur umum untuk menyediakan makanan siap saji bagi ribuan warga terdampak. Sebab sebagian besar warga terdampak belum bisa beraktivitas normal karena banyak perabotan rumah yang rusak termasuk alat memasak.

 

BPBD Situbondo mencatat rumah warga terdampak banjir bandang mencapai 7.435 unit dan tersebar di enam kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, Jatibanteng, dan Banyuglugur.

 

Banjir terparah berada di Kecamatan Banyuglugur. Genangan air yang masuk ke rumah warga mencapai lebih dari satu meter. Beberapa rumah warga rusak total akibat banjir. Terparah kedua berada di Kecamatan Besuki. Bahkan ada dua orang yang tersengat aliran listrik dan meninggal dunia saat banjir terjadi.

Tag: