Musim Penghujan Warga Situbondo Dihantui Penyakit Demam Berdarah

0
BhasaFM
ilustrasi nyamuk aedes aegypti

Situbondo- Ancam penyakit Demam Berdarah (DBD) masih menghantui warga Situbondo. Awal musim penghujan ini, sudah tercatat 27 pasien  terinfeksi penyakit DBD. Saat ini para pasien sudah mendapatkan perawan intensif di Rumah Sakit Mitra Sehat.

Rata-rata pasien DBD ini menyerang balita dan anak-anak. Dari 27 pasien, masih ada tujuh harus pasien mendapat perawatan khusus, diantaranya Citra,  6 tahun, asal Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, serta Ariesta,5 tahun, warga Desa Tokelan, Kecamatan Panji.

Menurut Direktur Rumah Sakit Mitra Sehta, Imam Hidayah, selama Januari memang ada 27 pasien DBD rawat inap. Para pasien ini merupakan rujukan dari Puskesmas.

Imam menuturkan ,”pasien yang rata-rata balita dan anak-anak, terserang penyakit DBD karena gigitan nyamuk Aedes Aegypi”. Imam Hidayah mengaku sudah melaporkan adanya pasien DBD tersebut ke Dinas Kesehatan Situbondo.

Perlu diketahui. Kabupaten Situbondo pernah KLB penyakit Demam Berdarah Pebruari 2017 silam. Tingginya penyakit demam berdarah tidak lepas dari perilaku masyarakat itu sendiri, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Dari tahun ke tahun, penderita DBD di Situbondo memang terus meningkat. Pada tahun 2014 jumlah penderita DBD sebanyak 181 orang,  tiga diantaranya meninggal dunia. Tahun 2015 penderita DBD meningkat menjadi 354 kasus, lima diantaranya meninggal dunia. Pada tahun 2016 jumlah penderita meningkat drastis menjadi 785 kasus. Saat itu, korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, atau  meningkat 100 persen dari jumlah tahun sebelumnya.