RPG Situbondo Merawat 30 Balita Pengidap Cerebral Palsy

0
BhasaFM
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi menyambangi Rumah Pemulihan Gizi. (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Sebanyak 30 balita di Situbondo diketahui mengindap penyakit Cerebral Palsy (CP). Puluhan balita tersebut mengalami kelumpuhan dan nyaris tak bisa bergerak.

Saat ini puluhan balita itu sedang menjalani perawatan khusus di Rumah Pemulihan Gizi (RPG), Dinas Kesehatan Situbondo. Meski sulit disembuhkan, namun upaya medis terus dilakukan.

Balita pengidap Cerebral palsy mengalami kerusakan pada perkembangan otak. Penyakit Cerebral palsy menyerang infeksi otak, seperti ensefalitis dan meningitis, hingga mengakibatkan kerusakan pada perkembangan otaknya. Kerusakan tersebut biasanya terjadi sebelum kelahiran, namun ada juga setelah kelahiran atau tahun-tahun pertama kehidupan sang balita.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi, penderita Cerebral palsy memang sulit disembuhkan. Perkembangan penderita susah menjadi seperti anak-anak normal pada umumnya.

Abu Bakar menambahkan, pengobatan medis pengidap Cerebral palsy dilakukan agar balita bisa bergerak. Saat ini Abu Bakar mengaku telah membentuk komunitas keluarga pasien Cerebral palsy, agar para orang tua memiliki semangat untuk saling berbagi.  Sebab dorongan orang tua memiliki kekuatan tersendiri dalam proses pengobatan medis.

Abu Bakar menambahkan, karena RPG memang diperuntukan menangani balita dan anak-anak,  maka hampir semua balita yang menjalani perawatan di RPG mengidap penyakit berat. Hampir semua penyakit tersebut merupakan bawaan sejak lahir, seperti syndrome serta hidrosefalus.

Abu bakar menjelaskan, ada sekitar 150-an balita dan anak-anak menjalani perawawatan medis di RPG. Penyakit yang banyak ditangani diantaranya hidrosefalus. Balita pengidap hidrosefalus susah di sembuhkan, jika usianya sudah di atas enam bulan karena tempurung otaknya sudah mengeras.        

Abu Bakar menambahkan, saat ini RPG Dinkes Situbondo bekerjsama dengan Yayasan Anak Alfanti di Semarang Jawa Tengah, khusus menangani penderita hidrosefalus. Pengobatan dilakukan secara tuntas melalui yayasan tersebut secara gratis.