Tiga Tahun Situbondo KLB Penyakit Defteri

0
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi

Situbondo- Penyakit defteri masih mengancam warga Situbondo. Betapa tidak, selama tiga tahun berturut-turut, Kabupaten Situbondo masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit defteri.

Tahun ini penderita defteri berjumlah lima orang dan satu orang korban meninggal dunia. Dinkes telah melokalisir daerah penderita defteri, karena khawatir akan menular kepada warga yang lainnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi, penderita defteri di Situbondo masih cukup tinggi. Bahkan selama tiga tahun terakhir ini sejak 2015 hingga 2017 Kabupaten Situbondo masuk KLB penyakit defteri.

Abu Bakar menambahkan, penyebab utama penderita defteri karena kesadaran masyarakat masih lemah mengikuti program imunisasi. Akibatnya tingkat kekebalan tubuh lemah sehingga terserang defteri.

Abu Bakar mengaku, penyakit defteri termasuk penyakit sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan pendertitanya meninggal dunia. Menurutnya, menyembuhkan penyakit defteri sebenarnya bisa menggunakan obat anti biotik. Namun menyembuhkan kotorannya yang sulit karena sudah menjadi racun di dalam tubuh.

Biasanya kata Abu Bakar, penderita defteri mengalami gangguan pencernaan di tenggorokan, hingga membuat penderita sulit untuk makan.

Lebih jauh Kepala Dinas Kesehatan, Abu Bakar Abdi menegaskan, untuk lima penderita tahun ini tersebar di lima Kecamatan. Satu kampung daerah penderita defteri sudah dilokalisir. Dinkes telah melakukan vaksinasi terutama bagi warga yang selama ini berhubungan dengan penderita.

Selain itu kata Abu Bakar, Dinkes akan melakukan program imunisasi massal bulan Maret mendatang. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, agar tahun ini tak ada lagi penderita defteri menyerang warga di Situbondo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.