Home / Ekonomi / Khawatir Sepi Pembeli, PKL Situbondo Bertahan dengan Harga Lama Meski Modal Naik

Khawatir Sepi Pembeli, PKL Situbondo Bertahan dengan Harga Lama Meski Modal Naik

Situbondo, bhasafm.co.id- Sejumlah pedagang kaki lima di Kabupaten Situbondo memilih untuk tidak menaikkan harga jual produk mereka meskipun harga kemasan plastik sedang mengalami lonjakan. Langkah ini diambil karena para pedagang merasa khawatir jika kenaikan harga akan membuat dagangan mereka tidak laku dan ditinggalkan oleh pelanggan. Mereka lebih memilih mendapatkan laba yang lebih sedikit demi menjaga kelancaran penjualan harian di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

 

Nur Jamila, seorang pedagang es teh, mengaku tetap mempertahankan harga jual sebesar Rp3.000 per gelas meskipun harga modal plastik cup naik dari Rp7.000 menjadi Rp11.000. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp1.000 per gelas, namun kini ia harus pasrah jika keuntungan tersebut berkurang drastis. Baginya, prioritas utama saat ini adalah memastikan dagangannya tetap laris dan pembeli tidak mengeluh mengenai harga.

 

Langkah serupa juga diambil oleh Evita Sukma yang tetap menjual es teh miliknya seharga Rp4.000 per gelas di kawasan pusat perbelanjaan Situbondo.

 

Meskipun harus menanggung biaya sewa tempat yang berbeda dengan pedagang di trotoar, ia merasa keberatan pelanggan adalah risiko yang lebih besar. Evita memilih untuk mengalah pada margin keuntungan yang tipis asalkan volume penjualan tetap terjaga dengan stabil setiap harinya. Ia berharap kenaikan harga bahan baku plastik ini tidak terus berlanjut ke depannya agar usahanya tetap bisa bertahan.

 

Jika harga plastik kembali merangkak naik, para pedagang mengaku kemungkinan besar akan terpaksa melakukan penyesuaian harga jual.

 

Situasi ini menggambarkan tekanan ekonomi yang harus dihadapi oleh pelaku usaha mikro di Situbondo akibat fluktuasi harga barang berbahan dasar plastik. Para pedagang kini bergantung pada stabilitas harga bahan baku agar dapat terus menjalankan usahanya tanpa harus membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi. Keberlangsungan usaha kecil ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam mengelola biaya operasional yang terus meningkat.

Tag: