Komisi II DPRD Situbondo Temukan Proyek Pengeboran Air Senilai 379 Juta Tak Sesuai Perencanaan

0
405
Bhasafm
Komisi II DPRD Situbondo saat mendatangi lokasi proyek pengeboran air di lokasi kebun mangga milik Pemkab Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Komisi II DPRD Situbondo mendatangi lokasi proyek pembangunan pengeboran air di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Pasalnya, proyek pengeboran air senilai 379 juta itu tak sesuai perencanaan semula.

Proyek pengeboran air yang berada di lokasi perkebunan mangga milik Pemkab Situbondo, seharusnya berukuran 4 inch sesuai perencanaan semua, namun pelaksanaan tiba-tiba berubah menjadi 2,5 inch.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto mengatakan, pihaknya meminta leading sektor proyek pengeboran air itu segara di evaluasi, mengingat pelaksanaannya sudah tak sesuai perencanaan awal. Dengan adanya perubahan ukuran tentu ada kelebihan anggaran.

“Terus terang kami kecewa setelah melihat proyek pengeboran air itu karena tak sesuai seperti yang disampaikan kepada Komisi II,” ujarnya,  Selasa, 1 Desember 2020 ditemui usai melakukan inspeksi di lapangan.

BACA JUGA :  Pemkab Kembali Salurkan 13.600 Paket Sembako

Menurut Hadi, pihaknya sebenarnya tak menginginkan adanya perubahan proyek pengeboran air tersebut, mengingat anggarannya memang diperuntukkan untuk 4 inch bukan 2,5 inch. Kalau ternyata ada kendala teknis dalam pelaksanaannya di lapangan, maka perencanaan proyek tersebut dibuat asal-asalan.

“Justru kami bertanya bagaimana saat membuat perencanaan sehingga muncul anggaran sebesar itu,” tanya politisi asal Kecamatan Kapongan itu.

Hadi menambahkan, karena proyek pengeboran air sudah selesai meski tak sesuai perencanaan, maka tujuan pengeboran air itu harus segera dirasakan manfaatnya, mengingat sudah banyak mangga di lokasi mulai terlihat mati.

“Dulu kami mendengar bahwa almarhum Bupati Dadang Wigiarto bercita-cita di lokasi kebun mangga itu berencana memproduksi mokaf atau tepung dari ketela pohon. Itu harus bisa diwujudkan,” pungkasnya.