Korban Pencabulan Ayah Tiri Melahirkan, Biaya Persalinan Ditanggung DP3A Situbondo

0
167
bhasafm
Plt Kadinkes Imam Hidayat ( foto : zaini zain )

Situbondo-Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak  (DP3A) Pemkab Situbondo, membantu biaya persalinan IM, gadis di bawah umur yang jadi korban kekerasan seksual ayah tirinya sendiri.  Gadis berusia 15 tahun itu melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo, melalui operasi sesar beberapa waktu lalu.

Semua biaya persalinan IM di rumah sakit ditanggung  DP3A. Sebelumnya, IM akan menggunakan BPJS yang dianggarkan melalui SPM atau Surat keterangan Miskin. Namun karena SPM belum bisa digunakan karena APBD 2021 belum disahkan.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Imam Hidayat, pihaknya menanggung seluruh biaya persalinan IM, dengan cara menggunakan surat jaminan hutang ke rumah sakit, karena anggaran masih belum bisa dicairkan.

“Nanti setelah APBD sudah disahkan kita bayar ke rumah sakit termasuk untuk biaya control pasien,” ujar Imam Hidayat yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan itu, Kamis, 14 Januari 2021.

BACA JUGA :  Berkunjung ke Ponpes Sukorejo, Sandiaga Uno Meletakan Batu Pertama RS Ny. Zubaidah dan Luncurkan Santri Digitalpreneur

Imam menambahkan, DP3A memiliki anggaran untuk pendampingan maupun untuk kesehatan. Pihaknya melakukan pendampingan terhadap IM setelah kasus asusila yang menimpanya dilaporkan ke Mapolres Situbondo. Ia sempat mengalami trauma psikis setelah menjadi korban asusila.

 “Secara teknis pendampingan terhadap korban dilakukan Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPTPPA). Kami terus lakukan pendampingan sampai korban benar-benar sudah mandiri,” terangnya.

Seperti diketahui. Kasus kekerasan seksual terhadap IM yang masih berstatus anak di bawah umur mencuat setelah keluarganya melaporkannya ke Mapolres Situbondo. Korban yang masih berusia 15 tahun menjadi korban pencabulan ayah tirinya sendiri berinisial FZ (36).

Korban mengalami kekerasan seksual sejak Maret hingga Mei 2020.  Untuk pelaku sendiri sudah ditangkap aparat dan sedang menjalani proses hukum.