Home / Berita Terbaru / KSOP Kelas IV Panarukan Datangkan Kapal Perintis Kawal Kepulangan Santri ke Pulau Kangean

KSOP Kelas IV Panarukan Datangkan Kapal Perintis Kawal Kepulangan Santri ke Pulau Kangean

Situbondo, bhasafm.co.id- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan mendatangkan armada Sabuk Nusantara 74 untuk mengawal kepulangan santri berjamaah di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

 

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto mengatakan, kapal perintis Sabuk Nusantara 74 itu mengangkut sebanyak 519 orang santri yang didominasi santriwati. Mereka berasal dari beberapa pondok pesantren yang telah memasuki libur pesantren menjelang bulan puasa 1447 hijriah.

 

Di antaranya, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Pondok Pesantren Wali Songo, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, dan beberapa pondok pesantren lainnya. Namun mayoritas santri adalah dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

 

Kata Herland Aprilyanto, kepulangan santri ini merupakan bagian dari pengaturan arus balik santri pasca kegiatan pembelajaran di pondok pesantren. Armada Sabuk Nusantara 74 ini adalah armada tambahan untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan laut bagi para santri.

 

Proses kepulangan santri dengan Armada Sabuk Nusantara 74 dimulai pada hari ini, 10 Februari 2026, dengan rute pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Kangean, Sumenep, Madura. Sabuk Nusantara 74 tiba di Pelabuhan Jangkar pada pukul 12.00 WIB dan bertolak dari pelabuhan Jangkar pukul 16.50 WIB dengan membawa santri tujuan Pulau Kangean sebanyak 468 santri dan santri tujuan Sapeken, Sumenep, sebanyak 51 santri. Selanjutnya, kepulangan santri akan dilakukan secara bertahap dan akan diikuti oleh gelombang kepulangan santri lainnya menuju berbagai wilayah di Kepulauan Madura.

 

KSOP Kelas IV Panarukan bersama seluruh pemangku kepentingan pelabuhan turut melakukan pengawasan dan pengamanan selama proses embarkasi dan pelayaran berlangsung.

 

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran dipatuhi, termasuk kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, serta kelancaran pelayanan penumpang di pelabuhan.

 

Herland berharap proses kepulangan santri dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat kepulauan melalui layanan transportasi laut yang andal dan berkesinambungan.

Tag: