Masuk 50 Besar ADWI 2021, Kampung Blekok Jadi Perhatian Nasional

0
51
bhasafm
Destinasi wisata kampung Blekok masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kampung blekok di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, menjadi buah bibir. Pasalnya, saat ini kampung blekok masuk 50 besar Anugera Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Di jawa Timur sendiri hanya ada enam desa masuk ADWI yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kampung blekok salah satu destinasi wisata yang menjadi perhatian nasional. Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur secara khusus mengunjungi kampung blekok. Destinasi wisata kampung sangat indah dan menarik, dipenuhi hamparan hutan bakau seluas 27 hektar, serta  dihuni berbagai burung air berbagai spesies salah satu burung blekok. Oleh karena itu, nama kampung blekok sendiri diambil dari nama salah satu spesies burung air yang menghuni tempat itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jatim, Sinarto, memuji kampung blekok karena masuk 50 besar ADWI 2021 yang diikuti  1.831 desa wisata se Indonesia. Kampung blekok memang sangat luar biasa karena menjadi destinasi konservasi alam.

BACA JUGA :  Novita, Loper Koran Pertama di Situbondo Gunakan Motor Listrik

“Kampung Blekok masuk 50 besar penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, ini prestasi luar biasa,” ujarnya, Sabtu, 3 September 2021, saat berkunjung ke kampung blekok.

Sinarto mendorong Pemkab mengembangkan destinasi wisata kampung blekok. Pengembangan wisata menggunakan konsep pentahelix sudah sangat cocok, yaitu melibatkan unsur pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha dan media.

Menurut Sinarto, wisata Kampung Blekok menjadi perhatian nasional, karena memiliki banyak keunggulan yang tak dimiliki desa wisata yang lain lain. Selain pemandangannya indah dengan hamparan hutan bakau dan dikelilingi sungai dan laut, ada edukasi mengenal alam, burung berbagai spesies seperti blekok.

“Wisata kampung blekok sudah terintegrasi dengan dengan aktifitas ekonomi warga setempat. Ada produk kerajinan ekonomi kreatif masyarakat dan sudah dikirim ke beberapa daerah hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain