Masuk Zona Merah, Situbondo Berisiko Tinggi Penyebaran Virus Corona di Jawa Timur

0
1810
Bhasafm
Penyebaran Covid: Seorang tenaga kesehatan menunjukkan tes Swab (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kabupaten Situbondo kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, setelah terjadi lonjakan pasien positif Covid maupun pasien meninggal dunia beberapa pekan terakhir ini.

Meski masuk zona berisiko tinggi penyebaran virus Corona, namun belum ada fasilitas umum di Situbondo di lockdown maupun PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Selain Situbondo, ada tiga Kabupaten lain masuk zona merah yaitu Jombang, Jember dan kota Batu.

Menurut juru bicara Satgas Covid Situbondo, sejak pertengahan November penyebaran Covid di Situbondo sudah mulai turun dan Situbondo masuk zona oranye atau risiko sedang.

“Tapi status zona oranye ini tak berlangsung lama karena sejak awal bulan ini Situbondo kembali berstatus zona merah karena terjadi lonjakan pasien cukup signifikan,” ujarnya, Rabu, 2 Desember 2020.

Dadang mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid, mengingat Situbondo berstatus zona merah. Hanya dengan cara disiplin masyarakat yang tinggi akan membendung penularan virus Corona.

BACA JUGA :  PKK Terus Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Usia Dini

“Ayo kita selalu pakai masker, menjaga jarak di tempat umum serta selalu cuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun,” ujarnya.

Saat ini jumlah total pasien Covid di Situbondo sudah mencapai 1.098 orang. Ada enam Kecamatan di Situbondo masuk zona merah, yaitu Kecamatan kota Situbondo, Panji, Kapongan, Asembagus, Panarukan dan Besuki.

Data Satgas menyebutkan. Hari ini ada tambahan lagi tujuh pasien baru  terkonfirmasi positif berasal dari lima Kecamatan.  Tidak hanya itu, ada tambahan dua pasien meninggal dunia berasal dari Kecamatan Besuki Kecamatan Situbondo. Total pasien meninggal mencapai 92 orang.  Sedangkan pasien sembuh sebanyak 894 orang.        

Saat ini masih ada 112 pasien dalam perawatan medis, terdiri dari 60 pasien isolasi mandiri, 15 pasien isolasi di gedung observasi yang disediakan Pemerintah, serta 37 pasien di rawat di rumah sakit rujukan yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo dan Rumah Sakit Elizabeth.