Bian Gindas Tertantang Menyanyikan Lagu ‘Tak Ingin Sendiri’ Era 1980-an Dengan Vokal Laki-Laki

0

Pelangi Records-Siapa yang tak kenal dengan Dian Piesesha? Penyanyi era 1980-an tersebut memang merupakan salah satu penyanyi legend musik Indonesia, khususnya untuk musik pop.

Dan para penggemar pun tentu tak asing lagi dengan lagu yang berjudul ‘Tak Ingin Sendiri’. Lagu karya musisi legendaris Pance F Pondaag yang dirilis di tahun 1984 dan terdapat dalam album keenam Dian Piesesha.

Album tersebut juga telah terjual jutaan kopi dan menjadi salah satu album Indonesia terlaris sepanjang masa. Namun bagaimana bila lagu tersebut dirilis ulang dan dinyanyikan dengan vokal laki-laki? Bian Gindas mencoba menjawab tantangan tersebut.

Kesuksesan dari lagu tersebut memang menjadi magnet tersendiri bagi Bian Gindas, untuk membawakannya dengam versi mereka. Apalagi terbukti bila lagu tersebut memang masih disukai sampai sekarang.

“Di salah satu panggung, saat Bian Gindas membawakan lagu ini, ribuan penonton ikut menyanyikannya. Jadi terbukti kalau lagu ini bisa diterima oleh semua kalangan baik tua maupun muda” ujar Bian.

Tak banyak perubahan yang dilakukan oleh Bian Gindas. Notasi lagu tetap dipertahankan, hanya meramu sound yang kekinian sesuai dengan era milenia saat ini. Dan tentu saja, karakter vokal Bian lah yang menjadikan lagu ini berbeda dengan versi aslinya.

“Sebenarnya yang berbeda hanya pemilihan sound, harmoni gitar dan ciri khas vokal Bian saja di lagu ini. Karena pada dasarnya lagu ini sudah sangat enak, jadi cukup disesuaikan saja dengan karakter Biangindas, tidak merubah banyak dari lagu aslinya,” beber Bian.

BACA JUGA :  Soul-Less, Single Ketiga Arya Novanda Tentang Soul-Feeding dan Love-Making

Tak ada kesulitan yang berarti saat Bian Gindas mengaransemen ulang lagu ini. Hanya saja sedikit harus memutar otak untuk mencari chrod yang tepat dan sesuai dengan tone vokal Bian. Wajar memang, lagu ini aslinya dinyanyikan oleh penyayi wanita yang tentu saja memiliki range vokal yang berbeda jauh dengan Bian.

Walau begitu, tak perlu waktu lama bagi Bian Gindas untuk mendapatkan aransemen yang sempurna. “Lagu ini memiliki lirik yang dalam dan puitis, juga notasinya simple dan nempel dengan liriknya. Jadi sangat enak didengar, mudah dinyanyikan oleh para pendengar lagu ini,” tutur Bian.

Me recycle lagu yang sempat populer tentu tak semudah yang dibayangkan, sebagian musisi merasa sedikit terbebani jika harus melakukan hal tersebut. Namum hal tersebut tidak berlaku bagi Bian Gindas. Justru sebaliknya, Bian merasa bangga dapat merilis ulang lagu yang sempat populer ini.

“Tidak ada beban berarti sebenarnya, karena bagi Bian Gindas ini ada sebuah kebanggaan bisa mendapat kesempatan untuk merilis ulang sebuah lagu yang sangat legendaris di Indonesia,” kata Bian dengan bangga.

Lantas, bagaimana bila nanti terjadi pro kontra diantara penggemar lagu ini? “

Bian Gindas selalu berusaha memberikan karya yang terbaik buat semua pendengarnya. Bila ada pro dan kontra adalah hal yang wajar. Mengingat setiap orang pasti menerima sebuah karya dengan kondisi dan persepsi yang berbeda. Jadi hal yang wajar bila ada perbedaan opini tentang karya ini. Justru akan menjadi satu dinamika positif buat kemajuan Bian Gindas ke depannya,” ucap Bian dengan bijak.