Di Era Serba Modern Ini, Lisna Justru Tertarik Untuk Mengangkat Kejayaan Pop Di Era 1990-an

0

Pelangi Records-Perkembangan jaman memang menuntut agar segalanya berubah, termasuk juga dengan industri musik. Saat ini, industri musik di tanah air memang turut berevolusi.

Musik-musik elektronik pun menjadi daya tarik tersendiri. Walau terus mengalami perkembangan, bukan berarti para musisi melupakan musik-musik di era terdahulu. Seperti yang dilakukan oleh penyanyi asal Tasikmalaya, Jawa Barat bernama Lisna ini.

Di era serba modern ini, Lisna justru tertarik untuk mengangkat kejayaan pop di era 1990-an. Sebuah single berjudul Lemah Tanpamu karya Harry Tasman pun menjadi debutnya di industri musik Indonesia.

Mendengarkan single tersebut, kita seakan diajak bernostalgia mengingat kembali kejayaan musik pop di era 1990. Dimana saat itu, penyanyi pop wanita memang begitu mendominasi.

Aransemennya pun dibuat sesederhana mungkin. Hingga vokal Lisna terdengar lebih menonjol. “Aku memang suka musik jenis ini, cocok sama suaraku. Teman-teman juga banyak yang bilang lagunya cocok banget,” ujar Lisna.

Awalnya, Lisna mendapat beberapa pilihan lagu untuk dinyanyikannya. Namun lagu inilah yang langsung membuat dirinya jatuh cinta.

Seperti halnya lagu-lagu pop pada umumnya, tema cinta menjadi kekuatan utamanya. Liriknya pun bercerita mengenai kehidupan cinta sepasang kekasih. Dimana sang perempuan berharap agar pasangannya setia dan tidak menduakannya.

BACA JUGA :  Gamma1 Mengajak Happy Asmara Mencoba Mengutarakan Kerisauannya Lewat Single Terbaru Bertepuk Sebelah Tangan

“Dari aransemennya bagus. Didengar sama teman, ini bukan seperti lagu pop jamam sekarang,” ungkap Lisna. Karena sudah nyaman dengan lagunya, Lisna pun sama sekali tak merasa kesulitan saat menyanyikannya. Proses rekaman pun berjalan lancar, walaupun sedikit kendala sempat ia temui.

“Pas take aku lagi kurang fit soalnya. Kurang enak badan. Tapi Alhamdulillah ,sebenarnya ini udah lama. Tapi baru dipublish sekarang,” beber Lisna.

Sebagai pendatang baru di kancah musik Indonesia, Lisna sadar jika ia harus terus memberikan pembuktian-pembuktian baru. Lisna pun tak ingin cepat puas hanya bermodalkan satu single saja.  “Yang pertama yakin aja dulu. Tapi aku harus banyak belajar. Nggak mau merasa pintar,” ujar penggemar Agnes Mo ini.

Musik ternyata sudah menjadi passionnya sejak kecil. Saat masih duduk di kelas 5 SD, Lisna kecil sudah tidak bisa diam jika mendengar musik. Berajak besar, kecintaan Lisna terhadap musik semakin menjadi-jadi.

Bakat Lisna diam-diam mendapat perhatian khusus dari guru olahraganya. Sesekali, sang guru mengajak Lisna bernyanyi dari panggung ke panggung.

“Pokoknya nyanyi apa aja, dangdut juga pernah. Tapi sekarang cenderung pop, karena dangdut susah cengkoknya,” kata Lisna sambil tertawa.