Panggilan Jiwa Ciptaan Ayahnya Sendiri, Kini Dinyanyikan Chiki Fawzi

0
Bhasafm
Artwork - Panggilan Jiwa

Musik- Chiki Fawzi adalah seorang penyanyi-penulis lagu (singer-songwriter) multi talenta yang bisa bernyanyi,  bermain gitar, akordeon, piano dan drum serta dikenal juga sebagai illustrator, aktris, TV Host (pembawa acara) dan pelukis mural. Selain itu Chiki juga aktif di berbagai kegiatan sosial terutama di bidang pendidikan.

Pada Hari Jumat 13 Maret 2020 lalu, Chiki mengeluarkan single berikutnya yang berjudul Panggilan Jiwa. Lagu ini merupakan ciptaan ayahnya sendiri, legenda hidup musik Indonesia, Ikang Fawzi yang  dinyanyikannya bersama seorang legenda musik tanah air lainnya, Chandra Darusman di tahun 1981.

Panggilan Jiwa versi Chiki ini diproduseri dan diaransemen ulang oleh Raditya Joko Bramantyo seorang musisI multitalenta dan produser muda berbakat yang juga merupakan bassist dari Vira Talisa. Nuansa city pop 80an masih terasa kental di lagu ini. Selain itu, Chiki pun mengajak dua orang singer/songwriter yang juga merupakan shabat-sahabat dari Chiki yaitu Vira Talisa dan Meda Kawu untuk ikut menyumbangkan suara emas mereka.

Video klipnya sendiri telah rampung dikerjakan dan akan dirilis di kanal youtube Chiki Fawzi pada hari pukul 00.00 Senin 6 April 2020. Video ini diproduseri sendiri oleh Chiki dan disutradari oleh Yogie Gandanaya.

BACA JUGA :  Ramengvrl Rilis Album Perdana “Can’t Speak English”

Selain itu mengingat kondisi sekarang dimana negeri ini sedang dilanda pandemi COVID-19, maka Chiki, Vira dan Meda berinisiatif untuk melakukan kampanye donasi Panggilan Jiwa bekerja sama dengan Kitabisa dan Dompet Dhuafa. Donasi bisa dilakukan lewat link https://kitabisa.com/campaign/barenganberibantuan Hasil donasi akan dikonversikan menjadi Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak wabah ini. Semoga kita semua terpanggil jiwa nya untuk berbuat baik dan menolong sesama di tengah kesusahan ini.

Lagu ini ingin menggambarkan bahwa manusia itu terlahir beragam dan saling berbeda. Berbeda suku bangsa, latar belakang ekonomi, pendidikan, berbeda agama, pilihan politik, berbeda gender, berbeda selera musik, dan banyak lagi perbedaan lainnya. Namun kita justru jangan berfokus terhadap perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan namun justru harus mencari keselarasan di dalam perbedaan tersebut.